Berita

TABLO KATEDRAL/RMOL

Humor Politik

Drama 'Tablo' Ajarkan Penguasa Tak Permainkan Hukum

JUMAT, 29 MARET 2013 | 14:42 WIB | LAPORAN:

Drama teatrikal Tablo Jalan Salib dipentaskan di Gereja Katedral, Jakarta, untuk memperingati hari kenaikan Isa Almasih.

Pertunjukan ini merupakan rangkaian perayaan Jumat Agung dalam Tri Hari Suci. Drama penyaliban Yesus diperankan oleh para muda-mudi jemaat Katedral.

Humas Gereja Katedral, Grace Tanus menjelaskan, drama napak tilas penderitaan Yesus diawali adegan perjamuan malam terakhir antara Yesus dan ke-12 muridNya. Kisah lalu dengan pengkhianatan Judas Iskariot, salah seorang murid Yesus yang menjualnya seharga 30 dinar kepada orang Farisi atau pemuka Yahudi untuk dihukum mati. Yesus akhirnya digantung dan dipasung di kayu salib karena pengkhianatan Judas.


"Drama ini memberi perenungan bagi umat Kristiani dan seluruh umat bahwa manusia tidak bisa dihargai dengan uang. Karena nyawa manusia tidak pernah terbeli," kata Grace di Gereja Katedral Jakarta, Jumat (29/3).

Dia melanjutkan, dalam kisah ini, Yesus tetap menerima hukuman karena merasa dengan jalan demikian bisa memberi keselamatan bagi umatNya.

"Ketika mengikuti apa yang menjadi perilaku hidup Yesus akan mungkin timbul rasa persaudaraan, tidak hanya dengan sesama Katolik saja, tapi juga dengan masyarakat luas, dan kepedulian terhadap kaum papa. Kita menjalani apa yang diajarkan," jelas Grace.

Ia menambahkan, makna drama Jalan Salib Hidup ini juga ditujukan kepada para penguasa dan penegak hukum agar tidak mempermainkan hukum dengan uang.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya