Berita

ilustrasi

Dunia

Warga China Dituntut Atas Pencurian Data Pertahanan AS

SELASA, 26 MARET 2013 | 13:40 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Sixing Liu, seorang warga negara Cina yang bekerja di L3 divisi Space & Navigation, dituntut lima tahun 10 bulan penjara oleh Pengadilan Federal Amerika Serikat.

Liu didakwa mengambil ribuan data tentang alat yang disebut "disk resonator giroskop" dan sistem pertahanan lainnya ke Cina yang melanggar embargo senjata Amerika.

Seperti dilansir dari Washington Post, Selasa (25/3), alat itu didesain untuk membuat misil, rudal dan roket hingga bisa mengenai sasaran tanpa bantuan dari satelit. Alat itu juga sedang dikembangkan secara rahasia oleh militer Amerika dengan sebuah perusahaan kecil dan L-3 Communications, salah satu kontraktor besar untuk bidang pertahanan.


Kasus yang disebut "ancaman orang dalam" oleh FBI ini memang tidak begitu banyak menarik perhatian seperti operasi cyber Cina. Meski begitu, pemerintah A.S memperingatkan jika spionase semacam itu bisa merusak keamanan nasional dan bisnis Amerika.

"Amerika adalah pemimpin global dalam pengembangan teknologi, hal ini juga yang membuat Amerika menjadi sasaran pencurian data dan teknologi terlarang" ujar John Carling, asisten dari Jaksa Penuntut Umum untuk Keamanan Nasional.

"Skema seperti ini yang menggambarkan ancaman akan keamanan nasional kita. Kelompok intelijen telah menilai Cina merupakan salah satu dari kelompok yang paling agresif untuk mengumpulkan data sensitif dan teknologi dari A.S," lanjut John.

Awal bulan ini juga seorang warga Cina yang bekerja sebagai kontraktor di Nasa Langley Research Center ditangkap di Dulles Airport atas tuduhan membuat statemen palsu terhadap agen federal tentang laptop dan sim card yang dibawanya. Menurut  surat pernyataan FBI, pelaku bernama Bo Jiang (31) telah mengambil laptop milik NASA yang berisikan informasi penting dalam perjalanannya menuju Cina.[wid]
 

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya