Berita

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan CEO RMOL Network Teguh Santosa/RMOL

Politik

Ketika Jokowi Berkata: Demokrasi Itu Bisa Menghidupi

KAMIS, 21 MARET 2013 | 21:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gubernur Joko Widodo datang agak terlambat. Ketika mantan Walikota Solo itu memasuki Istana Ball Room di lantai empat Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta tempat perhelatan Malam Budaya Rakyat Merdeka, kemarin malam (Rabu, 20/3), kelompok musik D'Guru sedang menyanyikan lagu Dolanan Rakyat.

Kehadiran Jokowi yang bersahaja, mengenakan celana hitam dan kemeja putih bertangan panjang yang dibiarkan terurai keluar dari celana, seakan pas dengan tema lagu yang dinyanyikan. Suasana di dalam ruangan yang sudah lebih dahulu hangat dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional dan politisi semakin hangat ditambah kehadiran Jokowi.

Dengan senyum dan gerak tubuhnya yang khas, kikuk dan seakan malu-malu, Jokowi langsung duduk di tempat yang telah disediakan untuk dirinya, yakni di sebelah kanan pendaki tunadaksa Indonesia yang juga dari Solo, Sabar Gorky. Jokowi langsung menyapa Sabar yang prnah ditemuinya beberapa tahun lalu di bandara di Solo.


Sejurus kemudian ia menyapa Direktur Utama Jamsostek Elvyn G Masassya yang duduk di sebalah kiri Sabar. Lalu, ia kembali terkejut waat menyadari Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo pun duduk satu meja bundar dengannya.

Selesai Jokowi betukar sapa dengan Roy Suryo, seorang ajudannya yang sejak sore hari telah menunggu jalannya perhelatan mendatangi Jokowi dan membisikkan bahwa di dua meja bundar utama masih ada sejumlah tokoh lain yang harus disapa.

sambil terus tersenyum-senyum Jokowi berjalan menundukkan tubuhnya melintasi kursi-kursi pengunjung lain menuju meja bundar di tengah. Orang pertama yang disalamnya di meja itu adalah Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Lalu Okke Hatta Rajasa, kemudian Ketua MPR RI Taufiq Kiemas, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, pendiri Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihsa Mahendra, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik dan Pemimpin Umum Rakyat Merdeka Online Teguh Santosa.

Selesai menyapa orang-orang di meja bundar di tengah, Jokowi kembali ke tempat duduknya dan dengan tekun mengikuti acara Malam Budaya Rakyat Merdeka itu.

Jokowi adalah salah seorang penerima tropi Manusia Bintang untuk kategori Democracy Award yang diserahkan Rakyat Merdeka Online pada Malam Budaya itu. Menurut Teguh Santosa, penghargaan itu sebenarnya diberikan satu paket dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang berhalangan hadir karena tidak sedang berada di Indonesia.

"Jokowi dan Fauzi Bowo telah menampilkan permainan yang menarik dalam kompetisi politik di Jakarta tahun lalu. Terlepas dari pertarungan yang begitu intens, begitu pemilihan berakhir kita menyaksikan penutupan yang membahagiakan," ujar Teguh. "Kedua tokoh ini menurut saya telah menampilkan permainan yang menarik dalam kompetisi politik. Sikap mereka patut dijadikan benchmark dalam kompetisi-kompetisi politik di lain daerah, terlebih di level nasional," sambungnya.

Jokowi tetap saja tampil "kikuk" malam itu hingga dirinya dipanggil ke panggung utama untuk menerima tropi Manusia Bintang.

Usai menerima kalungan kain ikat tenun dan tropi Manusia Bintang dari Teguh ia terlihat ragu-ragu menuju podium.

"Demokrasi," katanya diikuti senyap beberapa detik yang dipecahkan oleh tawa dan tepuk tangan pengunjung yang memadati Istana Ball Room.

Lalu sambungnya:

"Demokrasi itu harus mendengar. Demokrasi itu harus mensejahterakan. Demokrasi itu bisa menghidupi. Terima kasih," katanya lagi sambil langsung ngeloyor meninggalkan podium menuju ke sisi Menkop UKM Syarif Hasan yang sudah lebih dahulu menerima tropi Manusia Bintang.

Adapun hadirin kembali terdiam beberapa detik, sebelum akhirnya lagi-lagi memecah tawa dan bertepuk tangan untuk Jokowi. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya