Berita

Politik

Prabowo Sarankan SBY Perbesar Peran Bulog

SENIN, 18 MARET 2013 | 22:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah diharapkan memperbesar peran Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai distributor sekaligus pengendali harga berbagai komoditas bahan pokok guna menghindari permainan harga di pasaran.  Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto usai menjadi pembicara dalam seminar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Malang, Senin (18/3).

"Saya rasa permainan harga yang dilakukan oleh oknum bisa diminimalisasi, sehingga masyarakat bisa terhindar dari keterpurukan akibat harga pangan yang mahal," kata ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Ia mengaku sudah menyarankan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar memperbesar peran Bulog, bahkan jika perlu ada gerai-gerai Bulog untuk distribusi bahan pangan dan hasil pertanian, termasuk bawang merah maupun putih.


Menyinggung kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok terutama bawang putih yang di luar kewajaran, Prabowo justru mengingatkan agar pemerintah mewaspadai terhadap kemungkinan kenaikan harga berbagai komoditas pangan. Jika pemerintah tidak hati-hati, katanya, tidak hanya bawang yang harganya melangit, tapi harga bahan pokok lainnya juga akan ikut naik. Kalau hal itu sampai terjadi, pasti masyarakat luas yang akan sengsara.

Sebagai salah satu solusi untuk menghindari kenaikan harga komoditas pertanian, salah satunya dengan meningkatkan produksi dan memperbaiki tata kelola di bidang pertanian.

Dengan demikian, kata Prabowo, petani lokal bisa menikmati keuntungan dari hasil pertaniannya. Apalagi, jika sejumlah komoditas pertanian juga mengalami kenaikan harga cukup signifikan, seperti cabai rawit, wortel, dan bawang merah.

"Jauh sebelum harga bawang ini naik, beberapa tahun lalu saya sudah mengatakan kalau pertanian harus ditingkatkan dan didukung sepenuhnya guna mengantisipasi fluktuasi produksi maupun harga pangan di pasaran," kata Prabowo seperti diberitakan kantor berita Antara. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya