Berita

Misbakhun

Wawancara

WAWANCARA

Misbakhun: 3 Surat Sri Mulyani Terkait Century Sangat Menarik Untuk Diungkap

MINGGU, 17 MARET 2013 | 09:01 WIB

Tidak lama setelah bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi, kader PKS Misbakhun pindah ke Partai Golkar.

Ada yang  menduga jangan-jangan Misbakhun pindah gara-gara adanya kasus itu. Atau kecewa sama PKS.

Menanggapi hal itu, Misbakhun mengatakan, tidak ada kaitan kepindahannya ke Partai Golkar dengan kasus tersebut.


“Saya pindah bukan karena kondisi PKS. Lagi pula saya tidak kecewa dengan PKS,” kata Misbakhun kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kalau tidak kecewa, kenapa pindah ke Partai Golkar?
Saya memiliki tiga alasan. Pertama, Partai Golkar konsisten membongkar kasus Bank Century. Kedua, Partai Golkar sudah terbukti secara struktural diterima rakyat Indonesia. Ketiga, Partai Golkar pernah memimpin Indonesia dengan masa kegemilangan. Saya ingin menjadi pelaku sejarah gemilang Golkar di masa mendatang.

Bukankah partai ini punya masa kelam?
Golkar adalah partai yang memiliki cita-cita dan platform yang jelas yakni mempertahankan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Tidak bisa dipungkiri Golkar lahir dan dibesarkan di zaman Soeharto. Pak Harto memiliki kelemahan, tapi juga memiliki kelebihan. Di antaranya di zaman pak Harto ada GBHN, Repelita, Swasembada pangan, SD Inpres, wajib belajar, transmigrasi dan sebagainya. Maka sejarah seharusnya dilihat dan dinilai secara utuh dan lengkap, tidak sepotong-sepotong.

Kalau kasus Lapindo bagaimana?
Kasus Lapindo harus dipisahkan dengan partai politik. Sebab, Lapindo adalah masalah industri bukan politik. Saya tentunya akan memberikan penjelasan yang memadai kepada masyarakat apakah dua hal itu berkaitan atau tidak.

Anda sudah pamitan dengan Pimpinan PKS?
Sudah. 1 Februari 2013 saya sudah pamitan sama Presiden PKS Anis Matta dengan suasana persahabatan dan pertemanan yang baik.

Lalu 2 Februari 2013 saya ikut orientasi Partai Golkar. Di kalangan kader partai ini saya diterima dengan baik. Mereka memberikan dorongan agar saya lebih bagus lagi di Partai Golkar.

Masa tidak kecewa sama PKS?
Saya tidak menjadikan kekecewaan sebagai dasar kepindahan ini. Lagi pula saya tidak memiliki kekecewaan apa pun terhadap PKS. Malah saya memiliki harapan besar pada PKS.

Apa itu?
Saya berharap PKS dan Golkar ke depan bisa bersama-sama memberikan kontribusi untuk Indonesia yang lebih baik lagi.
 
Apa alasan sederhana begitu, sehingga pindah partai?
Saya pindah karena memiliki perhitungan politik yang ada dalam logika dan rasionalitas politik saya. Maka saya pilih Partai Golkar.

Tidak takut dianggap kutu loncat?
Masyarakat berhak menilai apa pun. Tapi konsistensi saya terhadap pengungkapan kasus Century, konsistensi saya dalam menyuarakan kebenaran dan konsistensi saya untuk memberikan kritikan-kritikan tajam kepada pemerintahan, ini tidak pernah berubah. Itu menunjukkan bahwa di mana pun saya berada, selalu konsisten. Kalau ada istilah kutu loncat, itu saya kembalikan kepada masyarakat.

Anda masuk daerah pemilihan (dapil) mana?
Saya menginginkan dapil Jawa Timur. Saya berterima kasih, Golkar menempatkan saya di dapil lama saya itu.

Bagaimana pendapat Anda mengenai friksi-friksi di Golkar?

Saya sih simpel saja. Saya akan menjadi politisi yang rendah hati, mencari sebanyak mungkin teman dan menghindari gesekan sekecil apa pun.

Kenapa tidak pilih PPP, PKB, atau PAN?
Saya dibesarkan oleh keluarga Nahdlatul Ulama (NU). Bagi saya yang utama Indonesia adalah negara yang terbuka dan memegang teguh Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Lagi pula NU bisa berada dimana-mana, walau NU sendiri tidak kemana-mana. Tapi warga NU ada di mana-mana.

Kembali ke kasus Century, kenapa Anda bilang Golkar konsisten mengungkap kasus itu?
Betul kan, sampai sekarang juga terus konsisten mengungkap kasus itu. Apalagi, waktu itu ada tiga surat Sri Mulyani terkait bailout Bank Century kepada SBY. Hal itu dalam Pansus pernah diungkap kok.

Surat apa itu?
Itu adalah surat yang sangat rahasia terkait bailout Bank Century. KPK juga katanya akan mengkonfirmasi terkait tiga surat tersebut. Hal itu dilakukan untuk menanyakan kebenaran dan keabsahan surat tersebut. Ini tentunya akan sangat menarik untuk diungkap. Maka kita tunggu saja.

Tujuannya untuk jatuhkan lawan politik?
Oh tidak. Fakta-fakta kasus Century perlu diungkap apa adanya. Ini kan demi kepentingan proses hukum, sehingga kasus ini bisa tuntas. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Dubes Iran Halalbihalal ke Kediaman Megawati

Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:03

Idulfitri 1447 H, Cak Imin: Saatnya Saling Memaafkan dan Merawat Persaudaraan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:00

Prabowo Sebut Pemulihan Aceh Tamiang Nyaris Rampung

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:55

Megawati Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga dan Sahabat Terdekat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:40

Pesan Gibran di Idulfitri: Jaga Persatuan dan Kebersamaan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:32

IEA Ajak Warga Dunia Kerja dari Rumah demi Redam Harga Energi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:49

Iran Klaim Kemenangan, Mojtaba Sebut Musuh Mulai Goyah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:20

Prabowo Halalbihalal dan Bagi Sembako ke Warga Aceh Tamiang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:58

Harga Minyak Turun Tipis ke Kisaran 109 Dolar AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:47

Pesan Idulfitri: Lima Pelajaran Ramadan untuk Kehidupan yang Lebih Bertakwa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:39

Selengkapnya