Berita

paus francis

Jumpa Pers Pertama: Paus Francis Ingin Gereja untuk Orang Miskin

MINGGU, 17 MARET 2013 | 02:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Paus Francis terinspirasi kerendahan hati dan pengabdian St. Francis dari Assisi yang hidup antara 1182 hingga 1226 silam. Francesco di Pietro di Bernardone yang kemudian dikenal sebagai St. Fancis dari Assisi itu lahir dari keluarga kaya raya namun kemudian memilih hidup bersama kaum miskin papa dan pengemis di jalanan.

Dalam jumpa pers pertama sejak terpilih sebagai penguasa Tahta Suci Vatikan, Sabtu siang waktu setempat (16/3), Paus Francis yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Jorge Bergoglio menyampaikan harapannya agar di masa mendatang gereja lebih memiliki perhatian kepada orang miskin dan kurang beruntung.

Dia mengatakan, di hari konklaf, ketika kemenangannya dalam pemilihan semakin terlihat nyata seorang kardinal dari Brazil berbisik kepadanya: jangan lupakan orang miskin. Bisikan itu terus terngiang di telingan sampai kemenangan pria kelahiran Argentina ini dipastikan. Ia memperoleh dua pertiga suara dari jumlah suara para kardinal yang ikut dalam konklaf.


"Saat itu juga, demi kaum miskin, saya teringat St. Francis dari Assisi, saya juga teringat akan perang. Yang jelas Francis mencintai perdamaian, dan begitulah bagaimana nama itu saya pilih," ujarnya seperti dikutip dari CNN.

Kepada para jurnalis ia mengatakan bahwa media dan gereja memiliki tugas yang sama yakni mengkomunikasikan kebenaran, keindahan dan kebaikan.

Media, katanya lagi, memiliki peranan penting dalam menjelaskan bagaimana gereja bekerja.

Dalam jumpa pers itu tidak ada tanya jawab. Di akhir jumpa pers ia memberkati semua jurnalis yang hadir dan keluarga mereka.

Dia juga menyadari bahwa tidak semua jurnalis yang hadir dalam jumpa pers itu adalah penganut Katolik. Walau begitu, ia tetap memberkati mereka.

"Karena Anda semua adalah anak Tuhan," demikian Paus Francis. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya