Berita

Marzuki Alie

Wawancara

WAWANCARA

Marzuki Alie: Tidak Ada Sistem Jegal Menjegal Di Partai Demokrat

JUMAT, 15 MARET 2013 | 09:44 WIB

Mekanisme Kongres Luar Biasa (KLB) sangat menentukan seseorang untuk terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Makanya ada keinginan agar calon ketua umum partai berlambang mercy itu dipilih secara aklamasi saat KLB di Bali, akhir Maret mendatang.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzukie Alie tidak mempersoalkan mekanisme itu.       


“Saya ikut mekanisme KLB yang dikehendaki Pak SBY,” kata Marzuki Alie kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Ketua DPR itu juga mengaku, tidak ada kubu-kubuan menjelang KLB. Semuanya hanya satu kubu, yakni kubu Partai Demokrat.

Berikut kutipan Selengkapnya:

Pencalonan Anda masih pro kontra, apa tanggapannya?
Saya tidak mau memberikan tanggapan terlalu jauh mengenai orang yang setuju dan tidak setuju terhadap pencalonan itu.

Komentar mereka itu bagian dari demokrasi. Semuanya itu saya serahkan kepada kongres saja.

Anda pasti maju kan?
Itu juga saya tidak mau bicarakan. Saya serahkan saat kongres.

Kalau Anda terpilih jadi Ketum Partai Demokrat, apa siap mundur dari DPR?

Itu juga tidak perlu dikomentari lebih lanjut. Karena debatable.

Loh, kenapa?
Pasti ada yang ngomong perlu mengundurkan diri. Ada juga yang bilang tidak perlu mengundurkan diri.

Yang penting tidak mengganggu kerja di salah satunya. Kalau mengganggu, tentu tidak bagus.  Semua tergantung bagaimana seseorang itu dalam menghadapi persoalan-persoalan.

Ada yang menilai Partai Demokrat terpecah menjadi tiga kubu, ini bagaimana?
Saya nyatakan di Partai Demokrat tidak ada kubu-kubuan. Orang yang menyatakan itu berarti tidak mengerti hubungan emosional sesama kader.

Bukannya ada kubu SBY, kubu Anas, dan kubu Anda menjelang kongres ini?

Saya tegaskan sekali lagi, nggak ada kubu-kubuan. Yang ada kubu Demokrat.

Kalau begitu, kenapa terkesan Anda dijegal?

Tidak ada sistem jegal menjegal di Partai Demokrat. Kami akan mendukung siapapun yang punya kapasitas dan kualitas untuk memimpin partai ini. Yang penting partai ini selamat dari keterpurukan.

Bagaimana bisa keluar dari keterpurukan?
Itu tentunya tergantung Ketua Umum Partai Demokrat terpilih untuk menyampaikan langkah-langkah untuk menyelamatkan partai ini.

Tentunya yang maju nanti memiliki konsep-konsep yang bagus berdasarkan pengalamannya masing-masing. Itu nantinya tidak perlu ada debat lagi.

Kenapa tidak perlu diperdebatkan?

Memimpin partai itu harus ada kebersamaan. Melibatkan semua orang di partai, stake holder partai. Apakah itu terkait pengurus langsung atau pengurus tidak langsung, yakni jaringan-jaringan pendukung Partai Demokrat.

Tidak bisa nanti mengandalkan hanya kepada ketua umum. Tapi harus didukung penuh semua elemen.

Anda yakin bisa menang?
Harus dipahami bahwa dalam demokrasi itu ada kompetisi. Artinya ada menang dan kalah. Kalau menang, ajak yang kalah. Kemudian yang kalah harus  dukung yang menang. Kita serahkan ide dan gagasan kepada  yang menang. Kita ikut aturan main.

Partai Demokrat sebenarnya cukup baik menunjukkan demokrasi internal. Begitu Anas Urbaningrum terpilih dalam Kongres di Bandung lalu, kita dukung. Saya minta pendukung saya untuk loyal ke Anas.

Tapi ada beberapa orang yang tidak mengerti dan mengkotak-kotakkan. Padahal Anas tidak begitu. Sayangnya yang melakukan itu pendatang baru yang tidak mengerti jati diri Partai Demokrat.

Kalau demokratis, kenapa ada keinginan penunjukan ketum secara aklamasi, ini bagaimana?

Saya tahu Pak SBY punya niat yang baik, supaya orang tidak ribut-ribut masalah ketua umum. Makanya beliau berikan syarat ketum ke depan harus konsentrasi ke partai. Tidak berpikir untuk capres dan cawapres.

Artinya, kalau ada figur bagus yang tidak berpikir capres dan cawapres, mungkin Pak SBY akan mendukung orang itu.

Berarti pemilihan ketumnya tidak demokratis dong?
SBY sangat Demokrat, beliau mengharapkan seseorang yang bagus. Tapi semuanya tentu akan diserahkan ke peserta kongres.

Pak SBY selalu berpikir santun, kalau ada yang disodorkan, mari kita dukung. Kalau belum baik, mungkin Pak SBY belum mengetahui data lengkap orang itu. Maka kewajiban kita memberitahukannya. Kita kan bisa kasih tahu bahwa orang itu berbahaya buat partai.

Anda sudah tahu siapa orang yang akan disodorkan SBY?

Belum. Pak SBY mendengarkan suara bawah dan orang sekitarnya untuk tentukan yang terbaik.

Apa harapan Anda dalam kongres?
Harapan saya semua kader bersatu demi menghadapi Pemilu 2014. Setelah kongres ini, saya berharap tidak ada faksi-faksi. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya