Berita

ilustrasi/ist

Daripada Membeli Villa di Puncak, Pemda DKI Disarankan Bersihkan Pemukiman Liar di Bantaran Sungai

JUMAT, 08 MARET 2013 | 10:14 WIB

. Niat pemerintah DKI Jakarta membeli sejumlah villa di kawasan Puncak Bogor untuk mengembalikan fungsi lahan dan mengatasi banjir menuai pro dan kontra.

Kata Ketua Pemerhati dan Pembangunan Lingkungan Hidup Bogor (PPLHB) Muhammad Nurman, banjir Jakarta bukan hanya karena faktor di Puncak. Tetapi juga terkait dengan penyempitan daerah bantaran sungai di kawasan hilir. Karena itu seharusnya pemerintah membersihkan bantaran sungai dari pemukiman liar dengan mengfungsikan secara optimal kanal-kanal yang sudah ada.

"Langkah awal, seharusnya, Pemrov DKI membersihkan dulu pemukiman liar disepanjang aliran Sungai Ciliwung, dan mengoptimalkan fungsi kanal yang sudah ada," kata Nurman di Bogor (Jumat, 8/3).


Setelah upaya tersebut, lanjut Nurman, baru dilakukan pembenahan kawasan Puncak dengan menertibkan villa-villa yang ada. Pemrov DKI Jakarta harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengatasi villa-villa di Puncak.

Di lain pihak, rencana pembelian dan pembongkaran villa oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, membuat khawatir sejumlah warga yang menumpangkan hidupnya sebagai pekerja di villa. Suhaeli (36) penjaga vila Kampung Cidokom, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua menilai rencana penertiban villa di Puncak akan menghilangkan mata pencahariannya.

"Kalau vila-vila ini dibeli terus dibongkar, bagaimana dengan nasib kami penjaga villa. Sudah bertahun-tahun kami bekerja mencari nafkah dengan menjadi penjaga villa disini," ujarnya.

Bapak tiga anak ini berharap, rencana pembelian villa di Puncak sebagai salah satu upaya mengembalikan fungsi lahan dan mencegah banjir di hilir tidak berdampak buruk dengan hilangnya sumber pekerjaan warga sekitar. [ant/ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya