Berita

Politik

Polri-TNI "Perang", Pecat Jenderal Timur dan Pramono Edhie Wibowo!

KAMIS, 07 MARET 2013 | 16:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

"Perang" antara Polisi dan TNI di Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka . Salah satu korban yang terluka parah adalah Kapolsek Martapura akibat tertusuk sangkur oknum prajurit TNI.

Ratusan Prajurit TNI AD berseragam dan bersenjata lengkap setelah melakukan perusakan ke Mapolres Oku juga melakukan perusakan dua pos polisi, satu markas sub-sektor, dan beberapa mobil dinas.

Lingkar Studi Mahasiswa Sumatera Selatan (Lisuma Sum-sel) menyayangkan kejadian yang berawal dari kesalahpahaman itu. "Peperangan" itu telah menimbulkan akibat sangat besar terhadap stabilitas keamanan di Sumatera Selatan. Keadaan Ogan Komering Ulu sangat mencekam.


"Masyarakat banyak di rugikan akibat kejadian ini," ujar Ketua Umum Lisuma Sumsel, Aknan, dalam keterangannya, Kamis (7/3).

Ketua Bidang Lisuma Indonesia, Dicky, menambahkan, kejadian bentrok antar aparat Polri dan TNI AD ini menegaskan perlunya dievaluasi secara total keberadaan UU No 34/2004 dan UU No 2/2002. Pemisahan TNI dan Polri serta pemahaman Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi) masing-masing terbukti masih tidak utuh dipahami sampai pada tataran lapis bawah atau prajurit sehingga cenderung terjadi gesekan-gesekan.

Selain itu hal ini juga adanya jurang pemisah yang sangat dalam antara institusi Polri dan TNI berkaitan dengan anggaran. Perbandingan sangat jauh manakala TNI yang berpangkat letkol pendapatanya lebih kecil jika dibandingkan dengan polri yang berpangkat sama.

"Insiden ini makin memperburuk citra TNI dan Polri. Masyarakat dibuat tidak lagi percaya terhadap ke dua institusi itu. Oleh karena itu, kami menegaskan Timor Pradopo (Kapolri) dan Pramono Edhie Wibowo (Kasad TNI) harus di pecat karena bertanggung jawab atas insiden ini," tegas Dicky.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya