Berita

Michael Tene

Wawancara

WAWANCARA

Michael Tene: Kita Minta Malaysia & Kesultanan Sulu Agar Konflik Tidak Meluas Ke Indonesia

KAMIS, 07 MARET 2013 | 09:41 WIB

Konflik Pemerintah Malaysia dengan Kesultanan Sulu di Sabah, telah sengsarakan TKI yang terjebak di sana.

Hal disampaikan  Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Michael Tene yang dihubungi Rakyat Merdeka via telepon di Jerman, Selasa (5/3).

“Ada TKI terjebak. Tapi kami berhasil ungsikan mereka ke kompleks Embara, sekitar 6 km dari tempat kejadian,” ucapnya.


Menurut Tene, evakuasi dilakukan KBRI berkoordinasi dengan Konsul di Tawau Kinabalu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), dibantu PT Felda (perusahaan perkebunan) dan Kepolisian Daerah Sabah.                                 

Berikut kutipan selengkapnya:


Berapa banyak WNI di Sabah?
Sekitar 10 ribu yang  berdomisili di  wilayah konflik. Kami terus memonitor kondisi WNI di sana. Kemudian mengingatkan agar konflik tidak meluas, sehingga tidak mengakibatkan banyak korban dari warga negara lain.

Selain evakuasi, apa lagi langkah nyata pemerintah?
Kami buat travel warning buat WNI yang mau pergi ke Sabah, baik itu wisata, berbisnis, maupun berlayar. Kami juga berkoordinasi dengan pemegang otoritas pelayaran dan kelautan pemerintah Malaysia supaya kapal-kapal tidak boleh merapat di wilayah itu. Saya juga tahu para ABK WNI sementara diliburkan perusahaan mereka.

Bagaimana langkah Indonesia dalam menyikapi konflik tersebut?
Posisi kita jelas, tak ikut campur terlalu dalam. Kita tengah mendorong kedua pihak (Pemerintah Malaysia dan Kesultanan Sulu dari Filipina) untuk negosiasi proses damai. Kami yakin keduanya akan intensif berkomunikasi agar dicari solusinya.

Apa bisa dipastikan wilayah konflik itu tidak akan meluas ke Indonesia?
Kalau dalam peperangan, posisi awal perang dan dampak wilayahnya tidak bisa dipastikan.  Makanya kita minta Malaysia dan Kesultanan Sulu agar konflik tidak meluas ke Indonesia. Sejauh ini, pihak Malaysia dan Filipina sudah berusaha agar konflik tidak meluas.   

Banyak prajurit Sulu masuk hutan di Utara Kalimantan, ini bagaimana?

Saya tidak tahu situasi di lapangan. Yang jelas nanti kami akan kumpulkan informasi dan coba memantaunya.

Bagaimana kalau wilayah Utara Kalimantan diklaim milik mereka?
Nggak bakal ada pencaplokan wilayah NKRI, baik dari pihak Kesultanan Sulu maupun Pemerintah Malaysia.  Batas-batasnya sudah jelas.
 
Tapi kita harus waspada  agar kasus pulau Sipadan-Ligitan tak terjadi lagi.

Apa Pemerintah Indonesia sudah mendesak ASEAN untuk mengupayakan proses damai?

Tanpa diminta, ASEAN pasti ada inisiatif dan menyikapi hal ini. Tapi menilik perkataan Presiden SBY sudah saatnya ASEAN  meredakan ketegangan, sehingga tercapai kesepahaman dalam mencari solusi.

Masalah perbatasan sangat sensitif di ASEAN, apa yang dilakukan Indonesia?
Pak SBY dalam suatu pidatonya mengingatkan di antara negara-negara di kawasan ini masih ada yang memiliki akar konflik, seperti sengketa perbatasan, rivalitas kompetisi politik antar negara,benturan kepentingan ekonomi dan energi.

Dengan konflik ini, pertanda kerja sama antar negara di ASEAN merenggang?
Saya berpendapat dengan kasus ini, kerja sama organisasi kawasan antar negara Asia Tenggara harus diperkuat. Ini tidak berarti ASEAN harus melakukan intervensi atau mengambil alih urusan negara anggotanya. Sekali lagi konsep ASEAN harus jadi bagian solusi dari tiap anggotanya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya