Berita

Nusantara

Bocah 10 Tahun Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 6 Miliar

RABU, 06 MARET 2013 | 17:27 WIB | LAPORAN:

Aksi penculikan anak dengan meminta uang tebusan bukan hanya terjadi di Jakarta. Di Garut Jawa Barat, seorang bocah berusia 10 tahun diculik orang tak dikenal. Meski sudah melapor ke polisi, tapi seolah tak ada tanggapan.

Bocah malang ini bernama Fajar Anur Al Ali (10). Dia putra pertama dari Rubi Al Ali, warga Kampung Kaum Lebak Paminggir, Garut. Pelaku penculikan sempat meminta uang tebusan melalui SMS yang dikirim kepada keluarga korban. Kini keluarga korban hanya bisa pasrah. Untuk memenuhi permintaan penculik tidak bisa. Orang tua korban dari keluarga miskin.

Fajar diculik orang tak dikenal sejak tanggal 16 Januari 2013. Kala itu korban tengah berangkat ke sekolah. Saat pertama hilang, korban masih mengenakan seragam sekolah dasar lengkap dengan menggendong tas. Rubi, ayah korban mengaku, firasat diculik orang tak dikenal sudah dirasakan sejak anaknya hilang di hari pertama. Menginjak 49 hari tak ditemukan si penculik kirim SMS meminta tebusan sebesar Rp 5 juta.


Meski sudah melapor ke polisi, namun hal itu tak banyak membantu. Ayah korban tak dapat menebus anaknya meski hanya Rp 5 juta, karena keluarga korban berasal dari keluarga miskin.

Beralasan tak dibantu polisi, Rubi nekat mencari sendiri ke luar kota hingga ke Kediri dan Nganjuk. Tapi tetap tidak ditemukan. Ketika di konfirmasi ke polisi, anehnya penegak hukum mengaku belum mengetahui kasus ini karena belum menerima laporan secara resmi.
Menurut Kasi Humas Polres Garut AKP Ridwan TB setelah koordinasi dengan pihak terkait, laporan resmi terkait anak hilang atau anak yang diculik sampai hari ini tak ada laporannya. Pernyataan polisi justru berolak belakang dengan perkataan ayah korban.

"Sejak anak saya hilang, langsung lapor polisi. Maklum saya orang miskin jadi tidak ada perhatian. Berbeda kasusnya jika yang lapor orang kaya. Pasti responnya cepat," kata Rubi.

Setelah 50 hari belum dikembalikan kepada orang tuanya, penculik bocah 10 tahun di Garut kembali meminta tebusan Rp 6 miliar kepada ayah korban. Keluarga korban penculikan kembali menerima SMS dari orang tak dikenal.

Dalam SMS tersebut sang penculik yang mengatas namakan Nizar, menyatakan bahwa Fajar berada ditangannya. Jika orang tua menginginkan anaknya selamat hingga kepangkuanya, si penculik meminta tebusan Rp 6 miliar untuk proses pengembalian anak tersebut. Selain meninta tebusan dalam SMS yang lain juga sang penculik menyatakan bahwa keluarga korban jangan berharap hidup anaknya akan lama lagi.

Sementara Rini Maulani, ibu tiri korban mengaku, meski anaknya bukan anak kandung,  namun dirinya sudah menyayangi Fajar seperti anaknya sendiri. Keluarga korban berharap, sang penculik segera mengembalikan anaknya tanpa syarat dan tanpa tebusan. Pasalnya, untuk kebutuhan sehrai – hari saja, keluarga ini masih kurang. [dem]

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya