Berita

Kiai Zaim

Paman Istri: Sorot Mata Anas Innocent dan Tanpa Beban

RABU, 06 MARET 2013 | 10:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

KH. M Zaim Ahmad Ma'shoem yang mengasuh Pondok Pesantren Lasem di Jawa Tengah tidak mau melibatkan diri dalam pembicaraan mengenai kasus korupsi dan gratifikasi yang dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Anas Urbaningrum.

Menurut Kiai Zaim yang mengunjungi Anas di kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur (Selasa malam, 5/3), urusan hukum biarlah berjalan dalam koridor hukum yang berwibawa dan dapat dipercaya, serta tanpa campur tangan pihak manapun terlebih pihak penguasa.

Namun, dari pembicaraan yang dalam dengan Anas Urbaningrum, Kiai Zaim mendapatkan sinyal kuat bahwa Anas Urbaningrum tidak bersalah.

"Dalam tradisi santri, orang yang salah pasti akan takut. Kalau tidak salah ya pasti berani," ujar Kiai Zaim yang masih terbilang paman dari istri Anas, Attiyah Laila.

Dia mengutip sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa makna yang muncul dari sorot mata seseorang melebihi apapun yang diucapkan.

"Dan kami melihat sorot mata Anas innocent dan tanpa beban. Saya mendapat kesan kuat dia tidak bersalah," ujarnya lagi.

Ketika mengunjungi Anas, Kiai Zaim didampingi kakaknya, KH Syihabuddin dan Pengasuh Pesantren Sarang Dr. Baihaqi.

Selain untuk menyampaikan dukungan moral, kunjungan Kiai Zaim juga untuk membangkitkan kembali spirit kesantrian yang dimiliki Anas. Seorang santri, katanya, selalu berani berbuat benar.

Kiai Syihabuddin menambahkan.

Biasanya, kata dia, dari airmuka seseorang kita dapat merasakan apakah seseorang itu salah atau benar. Sejauh pengamatannya dalam pembicaraan dengan Anas, airmuka Anas memperlihatkan sinyal no problem.

"Dalam tradisi santri, orang yang salah pasti takut," kata dia.

"Apalagi Athiyyah Laila adalah keponakan kami. Kami tahu persis bagaimana ia sejak kecil. Kami tahu persis apakah dia bohong dan tidak. Dan sejauh ini tidak ada tanda-tanda dia bohong," demikian katanya. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya