Berita

Julia Perez

Blitz

Julia Perez, Ngumpet, Maunya Seret Shanker Dan Helfi Kardit

RABU, 06 MARET 2013 | 09:05 WIB

Tak mau buron dan dipenjara sendirian. Film Arwah Goyang Karawang sarat rekayasa sensasi.

Keberadaan Julia Perez (Jupe) masih misterius pasca resmi menjadi buronan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Satu-satunya tanda aktivitas Jupe adalah di media sosial Instagram. Ia sempat mengunggah sebuah foto di @juliaperrez, Senin (4/3).
Pada foto tersebut terlihat seorang perempuan duduk menunduk dan bersandar pada dinding. Di sisi lain terdapat sebuah pintu dengan tulisan: I Can’t Do This Anymore.

“Semoga Allah menguatkan dan menegarkan lahir bathin temanku @juliaperrez wherever you are... pray for you dear...,” kicau Andi Soraya.

“Semoga Allah menguatkan dan menegarkan lahir bathin temanku @juliaperrez wherever you are... pray for you dear...,” kicau Andi Soraya.

Satu komentar menyarankan agar Jupe berani menjalani hukumannya. “Mungkin 3 bln itu berasa seabad, mungkin di dalam sana berasa seprti neraka... tapi di balik semua itu akan ada sesuatu yang indah nantinya... hadapi dengan kepala tegak, mba,” kata Evy Malynda.  

Lain lagi komentar yang ditulis @Aziizuselo. “Welcome to pesakitan.”
Senin kemarin, Jupe diketahui telah melayangkan surat pemberitahuan sakit untuk menjawab status buronnya. “Sakit, butuh dirawat di RS Gading Pluit,” beber Kepala Kejari Jakarta Timur Andi Herman.

Adanya surat ini membuat pihak Kejaksaan perlu menunggu untuk menjemput paksa Jupe. Kejaksaan mempertimbangkan unsur etika untuk menangkap terpidana seusai kondisinya pulih. ”(Jupe) dieksekusi setelah sehat,” cetus Andi.

Jupe juga menitipkan ‘pesan’ kepada pengacaranya, Malik Bawazier. Jupe merasa janggal mengapa kasus cakar-cakarannya berbuntut panjang.

“Lebih fatal lagi ada pernyataan Julia itu buron. Kan sudah jelas pemanggilan belum diterima dari yang bersangkutan. Jelas proses hukum soal pelaksanaan eksekusi tidak berdasar Pasal 270 KUHAP dan jelas bahwa sudah diakui sendiri bahwa Jupe itu belum bisa dikatakan mangkir,” ungkap Malik kepada wartawan, kemarin.

Menurut Pasal 270 KUHAP, pelaksanaan putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh jaksa. Oleh karena itu, panitera mengirimkan salinan putusan kepada jaksa. Namun, hingga kini Kejari belum menerima surat putusan tersebut.

Malik menambahkan, dalam kasus yang membelit Jupe dan Dewi Perssik, terkesan ada ketergesaan jika sampai melakukan eksekusi.

“Parahnya, Jupe sendiri tidak pernah mendapatkan surat panggilan yang patut dan baik secara Undang-undang,” urai Malik.

Menurut dia, pihak Kejari harus mempertimbangkan dan mempercayai kondisi Jupe saat ini. “Yang jelas selama dia masih sakit, hak asasi manusia dia harus dihargai, hak hukum dia juga dihargai dan jelas dalam pasal 270 KUHAP selama dalam selagi kondisi sakit ya dia tidak bisa dieksekusi, tapi dia siap. Artinya Jupe siap patuhi hukum,” ungkap Malik.

Lanjut Malik, kasus cakar-cakaran mestinya tidak berhenti hanya di Jupe dan Depe saja. Seharusnya produser dan sutradara film Arwah Goyang Karawang ikut bertanggung jawab. Yang dimaksud itu Shanker RS dan Helfi Kardit.

“Dari kasus Jupe-Depe tidak pernah ada kata cut itu keluar, jadi selama cut belum keluar berarti kan masih dalam proses syuting dan proses adegan. Bahkan di dalam DVD-nya juga ada juga tulisannya Termasuk adegan asli, jadi itu dijual,” tutur Malik
“Jangan cuma ngumpet aja di balik kasur. Dia udah terima banyak duit, sekarang dia harus tanggung jawab terhadap artinya,” sambungnya.

Sebelumnya, misteriusnya keberadaan Jupe direspons oleh Depe. Ia menyayangkan sikap Jupe yang belum menyerahkan diri.

“Kalau saya yang punya hukum, pasti bebas deh. Ngapain nambah ribet. Tapi ini kan hukum. Dia sekarang buron malah nambah masalah. Mau ngumpet kemana? Indonesia sempit, Jupe cantik, seksi, gampang dicari, “ ujar Depe.

Diakui pedangdut kontroversial ini, secara pribadi luka perasaannya belum sembuh terkait perseteruannya dengan Jupe saat itu. “Dia ingin penjarakan saya, tapi ternyata putusan pengadilan terbalik, nggak sesuai yang diharapkan,” tukasnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya