Berita

Fernando Alonso

Olahraga

Terkendala Ban Aus, Ferrari Tak Siap

Jelang Grand Prix F1 Seri Pertama
SELASA, 05 MARET 2013 | 09:20 WIB

Gelaran tes pramusim 2013 balapan Formula1 telah usai. Masing-masing tim pun telah mengantongi data kekuatan ‘Jet Darat’ mereka sebelum tampil di balapan resmi perdana yang dihelat di Australia 17 Maret mendatang. Dari sekian banyak tim, Ferarri malah menyatakan belum siap menyambut balapan musim ini, karena terkendala masalah ban.

Direktur Teknik Ferrari Pat Fry memprediksi, akan ada banyak tim yang bernasib sama dengan kubunya dan  akan ada banyak sekali kejutan-kejutan yang terjadi saat menjalani race perdana musim nanti. “Jujur saja, kami belum siap menghadapi musim ini. Begitu juga tim lainnya. Banyak hal-hal tertentu yang masih harus diketahui di Melbourne nanti,” kata Fry dikutip Autosport, kemarin.

Menurutnya, hal utama yang harus diperhatikan adalah masalah ban yang cepat aus termakan aspal lintasan. Itu membuat tim harus bekerja keras mengolah strategi balapan secara matang, termasuk mengganti ban di pit stop. 


“Di sini, aspal sirkuit doyan sekali makan ban. Ban-ban pun jadi cepat aus. Jadi apa yang Anda lihat di sini tak otomatis langsung bisa terlihat di Melbourne.”

Diungkapkan, masalah cepat ausnya ban juga bakal terjadi di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Hal tersebut telah terbukti ketika dilakukannya sesi tes balapan F1, pekan lalu. “Para pebalap dan timnya harus bergelut dengan perkara cepatnya ban aus, karena karakteristik lintasan dan dinginnya udara di sana.”

Fry menyarankan kepada tim lainnya harus memahami karakter lintasan dan memahami seluk-beluk ban. Tanpa itu, hal-hal di luar dugaan sangat mungkin terjadi di Australia.

“Saya tak ingin memprediksi di mana posisi kami nanti. Bagi kami yang menarik adalah apakah di Australia suhunya akan mencapai 30 derajat seperti beberapa hari lalu.”

Sementara itu, dalam sesi uji coba di hari terakhir di Sirkuit Catalunya, Minggu lalu, pembalap Mercedes, Nico Rosberg sukses memuncaki daftar catatan waktu. Rosberg sempat bersaing ketat dengan Fernando Alonso di sesi pagi. Keduanya sempat bergantian menjadi pebalap tercepat. Rosberg menajamkan waktunya menjadi 1 menit 20,130 detik, sedangkan Alonso di posisi kedua dengan 1 menit 20,494 detik.

Di sesi siang, tak banyak perubahan yang terjadi. Rosberg dan Alonso masih di dua posisi teratas, sementara Jenson Button dan Nico Hulkenberg  menempati urutan ketiga dan keempat.

Kimi Raikkonen ada di urutan kelima dengan catatan waktu 1 menit 21,658 detik. Sebastian Vettel cuma menduduki posisi kedelapan dengan selisih waktu lebih dari dua detik di belakang Rosberg.

“Saya puas dengan hasil ini. Tim bekerja sangat cepat dan tepat dalam mengambil tindakan guna memacu performa mobil. Kini, kami siap menorehkan hasil baik di musim ini,” ujar Rosberg.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya