Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Militer Malaysia Kerahkan Tujuh Batalion ke Sabah

SELASA, 05 MARET 2013 | 10:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Malaysia telah mengirim ratusan tentara untuk mengamankan wilayahnya yang berada di Pulau Kalimantan, setelah baku tembak terjadi antara sekelompok Muslim Filipina bersenjata dan polisi Sabah menyebabkan 27 orang tewas.

Tujuh batalion militer telah dikerahkan ke negara bagian Sabah pada Senin kemarin untuk memperkuat posisi polisi disana. Operasi militer ini ditujukan untuk mengambil alih kawasan yang dikuasai oleh sekitar 180 warga Filipina dari suku Sulu.

Demikian pernyataan seorang jurubicara pemerintah Malaysia, sebagaimana dikutip BBC (Selasa, 5/3).


Krisis ini dimulai pada pertengahan Februari ketika sekitar 200 anggota kelompok Muslim Filipina mendarat di sebuah desa terpencil di distrik Lahad Datu, pesisir Sabah, dan mengklaim wilayah itu sebagai milik mereka.

Kelompok ini menyebut diri sebagai Tentara Kerajaan Sulu, yang merupakan keturunan dari kesultanan Sulu di selatan Filipina. Mereka juga mengklaim bahwa nenek moyang mereka menguasai bagian utara Kalimantan selama berabad-abad. Untuk itu, mereka meminta pemerintah Malaysia memberi uang karena dianggap telah menyewa tanah mereka.

Sembilan belas orang bersenjata dan delapan polisi tewas sejak itu, termasuk dalam baku tembak hari Jumat yang menewaskan 12 penyusup dan dua polisi.

Militan Filipina terkadang menyeberang ke Sabah untuk melakukan penculikan. Militer Malaysia pun telah meningkatkan patroli mereka di wilayah perbatasan, tetapi luasnya perbatasan laut dengan Filipina membuat penculikan itu sulit ditanggulangi.[ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya