Berita

benjamin netanyahu/ist

Dunia

Netanyahu: Diplomasi Gagal, Sanksi Iran Harus Ditambah Ancaman Militer

SELASA, 05 MARET 2013 | 09:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Diplomasi yang selama ini dilakukan negara Barat untuk mencegah Iran dalam mengembangkan nuklir telah gagal. Maka dari itu, diperlukan suatu tindakan tegas untuk menghentikan nuklir Iran sebelum pengayaan itu melewati ambang batas yang mengerikan.

Demikian ditegaskan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sebagaimana dikutip al Jazeera (Selasa, 5/3).

"Ini masih belum melewati garis merah yang saya gambar di PBB September lalu," katanya, sambil merujuk ke titik dimana Israel percaya Iran akan dapat membangun sebuah senjata nuklir.


Ia juga mengatakan bahwa kini pengayaan nuklir Iran sudah hampir melewati "garis merah" itu, sehingga dunia internasional harus mengambil tindakan tegas dengan menambahkan ancaman militer dalam sanksi Iran.

"Diplomasi tidak berhasil. Sanksi saja tidak akan menghentikan Iran," tegasnya.

"Sanksi Iran harus ditambah dengan ancaman militer yang jelas dan kredibel jika diplomasi dan sanksi gagal digunakan," demikian Netanyahu.[ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya