Berita

Politik

Fraksi Pakar Pangan Kupang Gabung Demokrat

RABU, 27 FEBRUARI 2013 | 20:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Upaya penyelamatan dan pembersihan Partai Demokrat yang digalang Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono membawa angin besar perubahan partai berlambang bintang mercy itu. Sejumlah kader hengkang dari partai, namun tidak sedikit juga yang berbondong-bondong masuk.

Terbaru, satu fraksi Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) DPRD Kupang, Nusa Tenggara Barat, masuk ke Demokrat dengan alasan partai besutan SBY itu merupakan partai terbaik di Indonesia saat ini.

"Partai Demokrat merupakan partai bagus dan besar. Saya akan meminta pendukung untuk membela Demokrat, karena kami jatuh cinta pada SBY dan Partai Demokrat," ujar Ursula Mariance Bella, salah seorang anggota fraksi Pakar Pangan Kupang kepada wartawan, Rabu (27/2).


Menurut Bella, dirinya bersama dua temannya dari Fraksi Pakar Pangan memiliki sekitar 6000 pendukung di Kupang dan berjanji akan mensukseskan upaya pembersihan dan penyelamatan partai Demokrat. Pihaknya meyakini, kasus dugaan korupsi yang melanda Partai Demokrat hanya dilakukan oleh oknum perseorangan, bukan oleh partai.

Menurutnya, di daerah suasana panas di Jakarta tidak berpengaruh besar. Justru sebaliknya gelombang dukungan ke Partai Demokrat makin bertambah.

Hal senada diakui oleh Sekretaris Bakti Karya Perjuangan Demokrat, Jackson Kumaat. Menurutnya, masih ada waktu untuk mengembalikan citra partai yang kini terpuruk. Ia juga tetap optimis popularitas partai akan kembali mencuat.

"Jika upaya penyelamatan dan pembersihan partai itu berjalan baik, maka akan menjadi bukti kongkret maupun contoh nyata, yang bisa menginspirasi partai lainnya. Kami mendukung sepenuhnya langkah-langkah Pak SBY sebagai ketua majelis tinggi dan ketua dewan Pembina Demokrat," kata Jackson yang juga mantan Sekjen Pakar Pangan.

Pihaknya bersama ormas sayap Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD) akan lebih gigih dan bekerja keras dalam menggarap kader di kalangan petani, buruh dan nelayan. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya