Berita

Da­vid Price

Olahraga

Tak Percaya Di KO Tony, Price Mimpikan Rematch

RABU, 27 FEBRUARI 2013 | 08:42 WIB

.Petinju kelas berat Inggris Da­vid Price masih belum per­caya de­ngan kekalahannya saat meng­hadapi petinju yang lebih tua usia­nya, Tony Thompson. Dia menginginkan adanya rematch alias pertarungan ulang.

“Jika saya harus mendapat ni­lai uang lebih sedikit dari sebe­lum­nya, saya rela menjalani per­tarungan ulang. Intinya, saya ingin membalas kekalahan saya itu,” katanya usai pertandingan di Echo Arena, Liverpool seperti di­lansir BBC, kemarin.

Menurutnya, sekalipun re­match nanti akan digelar di Amerika Serikat, dia tetap menjalani laga tersebut. Baginya kepergiannya ke negara asal Tony itu merupakan pengalaman berharga.


“Di mana pun saya rela men­jalani rematch. Yang penting, saya bisa bertarung melawan Tony.”

Untuk diketahui, kini Price ber­usia 29 tahun dan Tony 41 tahun. Petinju setinggi 203 cm itu ter­sungkur setelah kepala ba­gian sam­pingnya kena pukulan Tony di ronde kedua. Meski mam­­pu bangkit, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 ini ak­hir­nya dinyatakan KO oleh wasit.

“Itu bukan pukulan lucu. Pu­kulan itu mengenai tepat lubang telinga saya. Tapi kekalahan ini bukan akhir dari karir saya. Ma­kanya saya ingin bangkit dan mem­butikannya di pertarungan rematch nanti.”

Sebelum laga digelar, Price yang digadang-gadang sebagai calon juara dunia tinju kelas be­rat itu mengaku tidak malu bila mengalami kekalahan dari la­wan­nya.

Menurutnya, setiap pe­tinju pasti punya kemungkinan terkena pukulan mematikan.
“Satu pukulan tidak mengu­bah siapa saya. Segala sesuatu bisa terjadi di atas ring. Saya ber­harap rematch berakhir positif dan membawa ke jenjang yang lebih baik.”

Sementara itu, Tony Thomp­son menyebut lawan yang baru saja dikalahkannya itu masih bisa men­jadi jawara kelas berat. “An­dai dia menerima kekalahan itu dan bangkit lagi, maka dia akan menjadi juara dunia. Itu me­mang bukan harinya, melainkan hari­nya Tony Thompson.” [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya