Berita

Puan Maharani

Wawancara

WAWANCARA

Puan Maharani: Tawaran Golkar Masih Wacana, Buat Apa Ditanggapi Serius

SENIN, 25 FEBRUARI 2013 | 09:20 WIB

Tawaran Partai Golkar dinilai masih wacana agar Puan Maharani menjadi cawapres pendamping Aburizal Bakrie dalam Pilpres 2014.

Begitu disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
“Tawaran itu masih wacana, buat apa ditanggapi serius. Lagipula soal capres-cawapres dari PDI Perjuangan diserahkan kepada Bu Megawati Soekarnoputri,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Berikut kutipan selengkapnya;
 
Apa sudah ada pembicaraan mengenai itu?
Masalah wacana itu belum dibicarakan secara formal. Saya tidak akan berandai-andai mengenai itu. Saya ikut mekanisme yang ada di internal PDI Perjuangan saja.

Siapa kira-kira yang diputuskan Megawati untuk maju Pilpres?
Belum tahu juga.

Sudah ada pembicaraan mengenai capres?
Itu juga belum. Di DPP kita hanya membicarakan masalah pemilu legislatif  karena tahapannya dimulai April 2013 ini.

Apa siap kalau Mega menunjuk Anda maju dalam Pilpres?
Ini bukan soal siap atau tidak siap. Tapi masalahnya ada aturan yang mengikat di dalam partai. Kita ikuti saja mekanisme yang ada.

Taufik Kiemas ingin regenerasi?
Regenerasi bukan hanya masalah pencapresan dan di parpol saja. Tapi kan harus terjadi semua lini. Saya setuju bahwa harus terjadi sebuah rengenerasi di semua lini. Salah satunya di parpol.
 
Anda setuju kepemimpinan nasional ke depan dipegang kalangan muda?
Kalau bicara regenerasi kepemimpinan nasional, tentu harus disiapkan regenerasi itu. Tapi kan tidak perlu ada dikotomi tua muda. Siapa pun yang memang memiliki ideologi 4 pilar yang kuat,  bisa membawa Indonesia lebih baik, tentu layak memimpin bangsa ini.

PDI Perjuangan sedang melakukan sosialisasi 4 pilar  agar ke depan bisa mewarnai perpolitikan kita. Saya sangat berharap partai politik yang maju dalam Pemilu 2014 memiliki visi dan misi yang sama berkaitan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.      

Apa Jokowi bisa menjadi capres dari PDI Perjuangan?
Saya tidak akan mengomentari jauh mengenai survei itu. Sebab, buat kami tugas dan kewajiban Pak Jokowi sebagai Gubernur adalah menunjukkan manfaat beliau di DKI Jakarta.

Artinya peluang Jokowi tertutup?
Urusan capres atau cawapres itu sudah kami serahkan ke Bu Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan. Saya ikuti keputusan Rakernas di Bandung saja.

Ini artinya, kita tidak usah berpolemik siapa yang akan maju jadi capres dari PDI Perjuangan.

Bukankah bagus kalau ada kader muda memiliki elektabilitas tinggi menjadi capres?
Dinamika survei itu kan selalu berubah-ubah. Saya harap Pak Jokowi menunjukkan kinerja yang lebih baik.

Kalau lembaga survei mengumumkan hasilnya yang mengatakan yang ini tinggi dan yang itu tidak tinggi, itu sah-sah saja.

Apakah hasil survei itu akan digunakan dalam penentuan capres dan cawapres PDI Perjuangan?
Itu kan suatu data yang akhirnya bisa dijadikan alat untuk mengukur keberadaan posisi seseorang untuk maju atau tidak dalam kompetisi.

Tapi penilain saya tetap saja kalau bicara pilpres kan masih jauh. Ada 1,5 tahun lagi. Kita lebih baik konsolidasi internal saja. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya