Berita

sby/ist

Politik

Jangan Sekali-kali SBY Tunjuk Anak atau Saudara Jadi Pengganti Anas

SABTU, 23 FEBRUARI 2013 | 23:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pertarungan faksi di tubuh Partai Demokrat sudah berakhir seiring mundurnya Anas Urbaningrum sebagai ketua umum akibat ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Pertarungan berakhir dengan skor 1-1 karena Andi Mallarangeng yang nota bene kader kesayangan SBY terlebih dahulu sudah ditetapkan jadi tersangka.

Direktur Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Toto Izul Fatah mengingatkan, kini nasib Demokrat berada di tangan SBY. Musuh terberat SBY dan Partai Demokrat adalah persepsi "jahat" publik terhadap partai karena ulah para elitnya yang terjerat aneka kasus korupsi, sehingga SBY perlu mangambil pilihan-pilihan cerdas.

"Pertama, SBY membuat statemen menyejukkan terhadap Anas dengan memberinya apresiasi positif bahwa dia secara pribadi ikut prihatin atas status tersangka Anas," kata Toto kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (23/2).


Namun disisi lain, kata Toto, SBY harus mampu membangkitkan semangat para kader Demokrat, khususnya para loyalis Anas agar tetap nyaman berada di partai.

Pilihan cerdas kedua, sambung Toto, membuat wacana akademis yang demokratis dengan menggulirkan isu perlunya ketua umum Demokrat yang punya record moral dan personal yang baik sekaligus memiliki reecord kapastis dan kapabilitas leadership yang teruji. Jangan sekali-kali SBY mewacanakan anak dan saudaranya sebagai pengganti Anas dengan berlindung di balik semangat demokrasi dengan membuat seolah-olah hal tersebut atas aspirasi atau permintaan dari sejumlah pengurus daerah.

"Keadaan sekarang berbeda dengan saat awal SBY mendirikan Partai Demokrat. Kini Demokrat sedang dalam situasi abnormal. Maka, pendekatan solusinya pun tak bisa normal," demikian Toto.[ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya