Berita

ilustrasi/ist

Otomotif

AISI Prediksi Penjualan Motor 2013 Cuma 6 Juta Unit

Aturan DP 25 Persen Bikin Pasar Kendaraan Roda Dua Lesu
SABTU, 23 FEBRUARI 2013 | 08:13 WIB

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mematok target penjualan sepeda motor di 2013 hanya sebanyak 6 juta unit atau turun 15,5 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 7,1 juta unit.

Penurunan tersebut, lantaran adanya kebijakan baru pe­me­rin­tah yang dinilai memberatkan in­dustri otomotif. Kebijakan ter­sebut tentang uang muka (down payment/DP) ken­da­raan 25 per­sen yang telah me­mu­kul industri sepeda motor. Di­tambah bea ma­suk antidumping baja lembar canai dingin (CEC) yang bakal diterapkan tahun ini.

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, pen­jualan motor tahun ini akan me­ngalami penu­runan dibanding ta­hun sebe­lumnya. Padahal, pasar industri motor Indonesia sangat pesat. Bahkan, Indonesia pering­kat ke­tiga setelah China dan In­dia. Ka­pasitas produksinya sudah men­capai 8,5 juta unit.


“Kebijakan baru pemerintah membawa dampak buruk bagi pertumbuhan industri motor ta­hun ini sehingga penjualan se­peda motor diprediksi flat 6 juta unit,” kata Gunadi di Jakarta, Kamis (21/2).

Kondisi ini pun, kata dia, membuat para pengusaha ketar-ketir. Banyak pengusaha yang mulai mempertimbangkannya, dan berharap akan ada pening­katan penjualan tahun ini.

“Meskipun begitu, kita sebe­narnya masih memiliki sedikit harapan sehubungan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang bisa mendorong daya beli masyarakat,” katanya.

Wakil Ketua AISI, Johannes Loman menuturkan, penurunan yang terjadi di awal-awal tahun ini berdampak pada market seta­hun ke depan. Dia berharap, daya beli masyarakat bisa naik, ka­rena pendapatan juga mening­kat de­ngan adanya ke­naikan UMP.

“Karena itu, saya bilang ini ba­lance. Jadi penjualan kita tahun ini flat,” katanya saat dikontak Rakyat Merdeka, kemarin.

Sementara, inflasi tahun ini, ka­tanya, tidak akan berdampak ter­lalu besar pada penjualan sepeda motor, kecuali sudah lebih di atas dua digit.

Loman yang juga menjabat Vice President Executive, PT Astra Honda Motor (AHM) ini me­nga­takan, kondisi ini juga ber­pe­ngaruh bagi penjualan AHM. Namun, ia belum bisa memp­re­diksi seberapa besar pengaruhnya terhadap pen­jualan AHM.

“Sama seperti tahun sebe­lum­nya, AHM selalu mengambil jatah market share 60 persen dari target yang diberikan oleh AISI. Kalau ditargetkan 6 juta unit, ya kami mengambil target sekitar 3,6 juta unit. Sedangkan tahun lalu, target penjualan 7,1 juta unit, kami mam­pu membukukan pen­jualan sekitar 4,08 juta unit,” kata Loman.

Tahun ini, AHM masih meng­andalkan penjualan dari segmen model skuter otomatik atau sku­tik, yang tahun lalu laris terjual  69,9 persen dari total penjualan Honda. Di segmen sepeda motor bebek, AHM berhasil menjual sebanyak 1,05 juta unit atau 25,9 persen.

“Meski pasar sepeda motor secara keseluruhan tahun lalu turun, namun pasar sepeda motor sport tetap tumbuh 18 persen. Kami optimis permintaan pasar motor masih mengalami pertum­buhan,” yakinnya.

General Manager Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia, Eko Prabowo optimistis pasar sepeda motor akan tetap baik, meski adanya kebijakan baru pemerintah. “Yamaha tetap yakin pasar roda dua bakal tumbuh baik,” ujar Eko kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Direktur Pemasaran PT Ya­maha Indonesia Motor Manu­facturing (YIMM) Sutarya ber­harap, penjualannya bisa naik 20 persen. Kalau pun target tersebut tercapai, kata Sutarya, hal ini karena ditopang dengan beberapa model baru Yamaha tahun ini. Di antaranya, 2 skutik baru, yakni Xeon RC dan Mio GT sebagai pembuka awal tahun Yamaha di Indonesia. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

KAI Gelar Diskon Tiket Kereta 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kamis, 26 Maret 2026 | 22:00

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:58

Jadwal FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts dan Nevis

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:49

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:31

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:15

Inggris Cegat Kapal Bayangan Rusia, Tuding Putin Raup Untung Minyak dari Perang

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:13

Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak untuk Warga

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:06

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:01

Fatamorgana Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:34

“Aku Harus Mati”: Horor tentang Ambisi dan Harga Sebuah Validasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20

Selengkapnya