Berita

ILUSTRASI

Dunia

Daftar Negara Bagian AS Paling Bahagia dan Tersedih

KAMIS, 21 FEBRUARI 2013 | 12:13 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Baru-baru ini beberapa peneliti dari University of Vermont, Amerika melakukan penelitian mengenai beberapa negara bagian di Amerika yang 'terbahagia' juga 'tersedih' menurut jejaring sosial micro-blogging Twitter.

Jejaring sosial memang kerap kali menjadi sarana 'curhat' bagi sebagian orang tentang hari-hari mereka. Seperti dilansir dari CNN, Kamis (21/2), survei ini disaring melalui 10 juta geotagging tweet di tahun 2011. Mereka mengurutkan lokasi berdasarkan frekuensi kata positif dan negatif yang mengacu kepada Mechanical Turk Language Assessment.

Daftar kata-kata itu termasuk 10.000 kata dengan rentang nilai 1-10 yang menggambarkan seberapa bahagia mereka. Nilai paling rendah ada untuk kata-kata negatif seperti 'tidak', 'boo', 'asap', 'penjara', 'marah', 'benci' dan sebagainya. Sementara untuk kata positif mencakup 'LOL', 'haha', 'baik', 'tidur', 'wine' dan seterusnya.


Penelitian yang juga dilakukan oleh The Atlantic itu melihat dari 373 hasil kota paling bahagia dan sedih. Lokasi wisata seperti Napa, California, menjadi salah satu tempat paling bahagia di Amerika bersama Longmont, Colorado; San Clemente, California;  Santa Fe, New Mexico; dan Santa Cruz, California.

Daerah pantai juga jauh lebih bahagia dibanding daerah yang terkurung oleh daratan dan daerah yang padat penduduk juga cenderung lebih kurang bahagia.
 
"Hal ini menunjukan jika kota yang mengadposi teknologi tinggi secara fakta jauh kurang bahagia dari kota yang ketinggalan teknologinya," tulis penelitian itu.
 
Selain itu, peneliti juga menemukan jika daerah yang kaya cenderung mempunyai level bahagia yang lebih daripada daerah dengan angka obesitas yang tinggi. Mereka melihat rating obesitas melalui kata yang mereka temukan seperti McDonalds, burger, babi, sayap ayam cenderung memiliki kadar obesitas yang tinggi dianding dengan daerah yang memiliki kata kafe, sushi, kedai kopi, pisang adalah daerah yang jauh lebih sehat. [wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya