Berita

ilustrasi, Mobil Matik

Otomotif

Pasar Mobil Matik 2013 Diramal Kian Kinclong

Lebih Nyaman Dikendarai Saat Macet
SENIN, 18 FEBRUARI 2013 | 08:10 WIB

Pasar mobil bertransmisi otomatis (matik) diprediksi naik 20-30 persen di 2013. Hal ini dipengaruhi kondisi jalan, khususnya Ibukota Jakarta yang macet parah. Namun, sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) ada yang masih mengunggulkan pasar mobil manual.

Pengamat otomotif Suhari Sargo mengatakan, pasar mobil matik saat ini sangat gan­drungi masyarakat. Ham­pir semua pro­dusen mobil meng­ha­dirkan pro­duknya dengan tek­no­logi matik. Meski harganya mahal, pasar mobil matik makin kinclong.

“Kondisi jalanan yang macet alasan utama orang membeli mobil matik. Dengan transmisi otomatis, mereka tidak perlu ber­pegal-ria ka­rena kaki kiri meng­injak pedal kop­ling seperti pada mobil ber­trans­misi manual,” kata Suhari kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.


Menurut Pur­na­wi­rawan TNI Angkatan Darat ber­pangkat Ko­lonel ini, keunggulan utama dari mobil bertransmisi otomatis juga lebih praktis untuk di­kendarai, karena tidak perlu repot. Pemilik mobil matik harus lebih rajin me­lakukan pe­rawatan di­banding yang manual agar mesin tetap awet. Karena jika rusak, biaya perbaik­annya akan lebih mahal ketimbang mobil matik.

“Tipe transmisi berbeda, pera­watan harus berbeda. Namun seiring perkembangan zaman, sudah banyak bengkel umum yang bisa memperbaiki mobil matik. Jadi, pengguna tak perlu khawatir lagi,” kata Suhari.

Mengenai bahan bakar, menu­rutnya, hanya berbeda sedikit de­ngan manual. “Matik itu kan su­dah diatur secara otomatis. Jika manual mungkin bisa diatasi agar lebih irit dengan memain­kan kop­ling untuk pindah gigi bisa diatur di rpm rendah,” urai Suhari.

Karena perkembangan tek­nologi, lanjut Suhari, mobil matik di­klaim sama irit dengan mobil manual. “Tapi semua tergantung dari kondisi jalan dan cara ber­kendara,” kata Suhari lagi.

Su­hari menjelaskan, umumnya har­ga mobil matik dibanderol le­bih tinggi daripada harga mobil bertransmisi manual. Sedangkan untuk mobil bekas pakai, perbe­daan harga jual antara mobil ma­tik dengan manual tidaklah be­gitu mencolok, hanya ter­paut sekitar dua sampai tiga jutaan.

Peminat mobil matik memang kebanyakan mereka yang tinggal dan beraktivitas harian di kawas­an yang macet, seperti Jakarta. Meski demikian, Direc­tor Su­zuki Indomobil Sales Endro Nugroho meyakini bahwa atensi pasar terhadap mobil manual masih lebih besar.

“Atensi pasar matik tidak se­besar manual. Karenanya, mo­bil-mobil Suzuki masih konsen di pa­sar mobil bertransmisi ma­nual. Kami memulai secara ber­tahap sehingga Ertiga yang saat ini sedang booming semakin pan­jang ceritanya. Pertama mu­lai du­lu dari manual, double blower, ba­ru kemudian matik. Satu-satu dulu biar makin seru,” ujar Endro.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Soegiarto justru melihat potensi penjualan mobil matik sangat besar di In­donesia.

“Apalagi soal kenyamanan, orang banyak yang lebih memilih matik ketimbang manual,” ucap Jongkie kepada Rakyat Merdeka.

Menurut Jongkie, meskipun potensi pasarnya terus mening­kat, harga mobil matik yang lebih ma­hal sekitar Rp 10 juta ke­tim­bang manual, masih menjadi pertim­bangan.

Ditanya jumlah estimasi pen­jualan mobil matik, Jongkie be­lum bisa memastikan.

”Gaikindo tidak bisa meng­hitung secara ka­sar karena ba­nyak APM yang menyediakan mobil matik se­tengah dari perse­diaan mobil ma­nual. Pada kuartal III-2012, pen­jualan mobil tipe non sedan bertransmisi otomatis naik 45,08 persen dari 77.452 unit pada ta­hun 2011 menjadi 112.368 unit,” jelas Jongkie. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

KAI Gelar Diskon Tiket Kereta 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kamis, 26 Maret 2026 | 22:00

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:58

Jadwal FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts dan Nevis

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:49

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:31

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:15

Inggris Cegat Kapal Bayangan Rusia, Tuding Putin Raup Untung Minyak dari Perang

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:13

Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak untuk Warga

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:06

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:01

Fatamorgana Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:34

“Aku Harus Mati”: Horor tentang Ambisi dan Harga Sebuah Validasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20

Selengkapnya