Berita

Dunia

Giliran Orang Filipina Klaim Wilayah Malaysia

MINGGU, 17 FEBRUARI 2013 | 11:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Malaysia sedang disibukkan oleh sekelompok orang dari Filipina yang mengaku sebagai pemilik sah Sabah, negara bagian Malaysia di utara Pulau Kalimantan.

Hari Selasa lalu (12/2), sekitar 100 orang dari Provinsi Sulu di selatan Filipina tiba di Lahad Datu, Sabah dengan menggunakan boat.

Mereka mengaku sebagai Tentara Kesultanan Sulu. Mereka mengatakan catatan sejarah memperlihatkan bahwa Kesultanan Sulu memiliki bukti legal kepemilikan atas Sabah.


Pejabat Polisi Kerajaan Malaysia di Sabah, Tan Sri Ismail Omar, hari Kamis lalu (14/2) mengatakan, pihaknya hingga kini masih bernegosiasi dengan anggota Tentara Kesultanan Sulu itu.

Polisi Malaysia mengepung desa tempat dimana mereka tinggal. Sejauh ini dilaporkan dialog berlangsung baik.

"Kami meminta mereka meninggalkan Sabah dengan damai karena kami tidak ingin ada situasi yang mengancam keamanan masyarakat kami," ujar Tan Sri Ismail Omar.

Berdiri di abad ke-15, Kesultanan Sulu di masa itu memiliki wilayah yang terbilang luas, melingkupi sejumlah pulau di selatan Filipina dan sebagian Pulau Kalimantan termasuk negeri yang kini dikenal sebagai Sabah milik Malaysia.

Dinas rahasia AS, Central Intelligent Agency (CIA), dalam World Factbook mencatat bahwa klaim Filipina atas Sabah melalui Kesultanan Sulu masih ada.

Sulu kini merupakan bagian dari Kawasan Otonomi Muslim di Mindanao. Kelompok bersenjata garis keras yang dipimpin Abu Sayyaf beroperasi di kawasan ini.

Pada tahun 2000 lalu, kelompok Abu Sayyaf menculik sekitar 20 irang termasuk warga Malaysia dan keturunan Eropa di sebuah resort di Pulau Sipadan, Sabah, sekitar 100 kilometer daru Lahad Datu. Mereka dibawa ke selatan Filipinan. Para penculik meminta tembusan dari pemerintah Malaysia dalam jumpa besar.

Kelompok dari Sulu yang kini berada di Lahad Datu mengatakan mereka tidak punya kaitan dengan kelompok Abu Sayyaf.

"Sejauh ini tidak ada ketegangan, dan mereka terlihat berprilaku baik. Kami kira mereka memiliki teman di desa itu, tapi tidak punya rumah," ujar Tan Sri Ismail Omar lagi.

Menurut kantor berita Filipina, PNA, Filipina masih mengangap bagian timur Sabah adalah milik negeri itu. Pada tahun 1878 Kesultanan Sulu meminjamkan kawasan timur Sabah itu kepada Perusahaan Inggris di Borneo Utara. Tetapi di tahun 1963, Inggris memberikan Sabah kepada Malaysia. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya