Berita

Heru Lelono

Wawancara

WAWANCARA

Heru Lelono: Cepat Ungkap Pembocor Sprindik Anas Biar Presiden Dan Saya Tidak Difitnah

JUMAT, 15 FEBRUARI 2013 | 09:38 WIB

Staf  Khusus  Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi Heru Lelono merasa heran dikaitkan dengan bocornya  Surat Perintah Penyidikan (Sprindik)  atas nama Anas Urbaningrum.

“Saya heran dituduh  pembocor sprindik itu. Padahal, saya  maupun asisten saya tidak tahu apa-apa soal itu,’’ kata Heru Lelono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Heru menduga  ini rekaan sejumlah pihak untuk menjatuhkan Istana secara umum dan khususnya Presiden SBY.


“Saya kira tujuannya untuk menyudutkan Presiden SBY. Masalah ini sudah mengganggu kenyamanan beliau,” ucapnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Seberapa besar ketidaknyamanan itu?
Bapak Presiden tidak nyaman dengan kebocoran sprindik dikaitkan dengan posisi Mas Anas. Bagi saya, ini fitnah luar biasa.  Tapi Pak SBY bilang tak pernah ada masalah dengan Mas Anas. Malah sepengetahuan saya, mereka berjanji perbaiki elektabilitas Partai Demokrat di tahun 2013 ini.

Apa keinginan SBY terhadap masalah ini ?
Beliau cuma minta KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mencari tahu siapa pembocor sprindik tersebut agar jelas duduk masalahnya. Kalau seperti ini kan Istana merasa disudutkan. Padahal, kami tidak tahu menahu soal itu. Makanya cepat ungkap pembocor sprindik Mas Anas itu biar Presiden dan saya tidak difitnah.

Masalah ini mengganggu kinerja SBY?
Istana merasa disudutkan. Tapi  beliau tetap fokus mengurus bangsa dan negara. Sebagai pemimpin negara, beliau selalu konsisten perhatikan dan ambil tindakan yang baik untuk semua pihak.

Anda tahu masalah ini dari mana ?
Saya tahu munculnya isu sprindik ini dari asisten saya, Imelda. Mulanya dia tahu pemberitaan ini dari portal berita. Kemudian saya juga baca di twitter.

Apa reaksi Anda ketika itu?
Saya lihat semakin jauh ekspetasinya. Sebab, berita itu sudah jadi milik publik. Macam-macam penafsirannya. Ada yang caci maki dan sebagainya. Itu hak mereka. Nggak bisa kita larang. Kami sebagai pihak yang merasa dirugikan, nggak bisa melarang.

Adakah saran kepada  KPK untuk membongkar sprindik itu ?
Saya kira KPK sudah tahu apa yang dilakukan. Misalnya, telusuri saja dari mana sprindik itu didapatkan. Pasti ketahuan.
 
Kira-kira kenapa sprindik itu sampai bocor ?
Saya tidak mau menjawab sesuatu yang tak pasti. Saya cuma usul agar proses KPK dalam menangani Mas Anas tidak dicampur antara politik dan kekuasaan. KPK kan punya ritme dan volume dalam mengurusi suatu kasus. Kalaupun KPK sudah tentukan hasil pemeriksaan terhadap Mas Anas tidak usah ditunggu-tunggu lagi.

Anda yakin Anas akan ditetapkan sebagai tersangka?
Saya tidak ingin sangkut pautkan isi sprindik dengan kejelasan status Mas Anas, itu haknya KPK. Mereka punya cara kerja sendiri. 

Anda sepertinya menyimpan kekhawatiran terhadap kinerja KPK?
Saya cuma tak ingin rakyat bisa kehilangan kepercayaan kepada KPK. Makanya saya sambut baik usulan Bapak Presiden agar kebocoran sprindik ini diusut tuntas. Kalau perlu meminta bantuan Polri untuk mencari pihak yang membocorkan sprindik itu. 

Apa SBY menyarankan KPK untuk minta bantuan Polri?
Pak SBY itu tipikal silent is golden. Beliau tidak ingin berkoar-koar tentang wewenang KPK maupun bantuan Polri dalam mengusut bocornya sprindik itu.

Beliau yakin kok, kalau dua institusi hukum itu bisa berkerja sama dengan baik. Pak SBY cuma harapkan, kalau ditemukan pelakunya, agar pihak pengadilan tak ragu ketuk palu hukum.

O ya, bagaimana Anda menilai posisi Anas Urbaningrum sekarang ini di Partai Demokrat?
Posisi  Mas Anas tidak diambil alih Pak SBY. Mas Anas masih ketua Umum Partai Demokrat dan Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Kita harus mengerti Pak SBY melakukan hal itu hanya ingin perbaiki elektabilitas partainya. Tidak benar beliau mengorbankan Mas Anas.

Sebagai Ketua Dewan Pembina, Ketua Majelis Tinggi dan pendiri Partai Demokrat, Pak SBY tak bisa disalahkan bila turun tangan agar partainya tidak terus-terusan terpuruk.

Pak SBY hanya menjalankan sesuai jabatan beliau dan fungsi organisasi di partai itu.
[Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Ledakan Malam Takbiran di Grobogan dan Pekalongan, 10 Orang Terluka

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49

Ziarah Makam Korban Longsor Cisarua Diwarnai Suasana Emosional

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:35

Fahira Idris: Jadikan Idulfitri Momen Kebangkitan Umat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:53

SBY dan Keluarga Silaturahmi ke Prabowo di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:16

Mendes: 20 Persen Keuntungan Kopdes Merah putih untuk Desa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:54

Dengan Kerjasama, Stabilitas Kebutuhan Pokok Terjaga

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:26

Gubernur Pramono Ajak Warga Jaga Jakarta

Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:33

Soroti Pajak Ganda, DPR: Sudah Lama Sistem Dibiarkan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:43

Didampingi Didit, Prabowo Open House Khusus Masyarakat di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:13

Idulfitri Momentum Perkuat Komitmen Pembangunan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:54

Selengkapnya