Berita

SYAFRIE SYAMSUDDIN/IST

Politik

Wamenhan Beberkan Kelemahan Pertahanan Singapura

SENIN, 11 FEBRUARI 2013 | 14:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dalam strategi pertahanan, tidak bisa mengambil perbandingan linier antara kemampuan dan strategi yang dimiliki suatu negara dengan negara lain.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Syafrie Syamsuddin dalam Diskusi Panel Yellow Forum for Young Leaders (YLYF) bertajuk "Urgensi Penguatan Sistem Pertahanan Indonesia" di Asian Room, Hotel Sultan, Jakarta (Senin, 11/2).

Menurut dia, meski Singapura memiliki armada militer yang terbilang kuat dan besar, belum tentu negara tersebut mampu melumpuhkan Indonesia. Sebab, hingga kini negeri Singa Putih itu tidak memiliki pangkalan militer alternatif di wilayahnya.


"Singapura adalah negara dengan luas wilayah lebih kecil dari Indonesia, mereka tidak punya alternatif lain untuk dijadikan pangkalan lain," tegasnya.

Sementara Indonesia, lanjut Syafrie membandingkan, memiliki puluhan pangkalan militer dan landasan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Memang betul suatu negara mungkin saja bisa menguasai satu titik di Indonesia, tapi itu bukan berarti Indonesia kalah.
Sebaliknya, begitu Indonesia menguasai satu titik di negara itu, maka habislah negara itu," tegasnya.

Dalam pandangannya, penentu kemenangan perang bukan hanya jumlah, tapi juga varian teknologi persenjataan dan militansi pengamatan yang dimiliki. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya