Berita

tantowi yahya/ist

Tantowi Yahya Bantah Komisi I Jadi Kartel Korupsi Sektor Pertahanan

SENIN, 11 FEBRUARI 2013 | 11:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Komisi I DPR RI tidak menafikan adanya kebocoran anggaran di sektor pertahanan sebagaimana disebutkan hasil survei dari organisasi nirlaba Transparency International (TI).

"Memang ada kebocoran di sektor pertahanan, kami tidak menafikan. Yang perlu diverifikasi adalah besar atau kecilnya kebocoran," sesaat sebelum memulai acara Diskusi Panel Yellow Forum for Young Leaders (YLYF) bertajuk Urgensi Penguatan Sistem Pertahanan Indonesia di Asian Room, Hotel Sultan, Jakarta (Senin, 11/2).

Pun demikian, inisiator YLYF ini mambantah temuan TI yang menyebutkan bahwa sektor pertahanan Indonesia korup karena dikuasai kartel partai politik melalui anggota dewan yang duduk di komisi yang membidangi pertahanan, komunikasi dan hubungan luar negeri.


Pasalnya, lanjut Tantowi, pembahasan komisi I yang menyangkut anggaran selalu dibicarakan secara terbuka. Dan ini merupakan cara dari komisi I untuk meminimalisir adanya korupsi.

"Sejak 2009, Komisi I tidak lagi melakukan pembahasan anggaran secara tertutup. Pembahasan tertutup hanya kami lakukan dengan BIN," lanjutnya.

Berdasarkan temuan TI,  sektor pertahanan Indonesia mendapat nilai E dalam skala korupsi A-F. TI juga menyebutkan sektor pertahanan Indonesia dikuasai kartel partai politik melalui anggota dewan yang duduk di Komisi I DPR bidang pertahanan, komunikasi dan hubungan luar negeri. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya