Berita

sjafrie syamsuddin/ist

Syafrie Syamsuddin: Tidak Benar Kementerian Pertahanan Korup!

SENIN, 11 FEBRUARI 2013 | 11:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Wakil Menteri Pertahanan Syafrie Syamsuddin membantah hasil survei temuan dari organisasi nirlaba Transparency International (TI) yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan indeks korupsi buruk di sektor pertahanan.

"Tidak benar (survei itu). Selama ini berdasarkan laporan BPK, Kemenhan wajar dengan pengecualian," ujar Syafrie sesaat sebelum memulai acara Diskusi Panel Yellow Forum for Young Leaders (YLYF) bertajuk Urgensi Penguatan Sistem Pertahanan Indonesia di Asian Room, Hotel Sultan, Jakarta (Senin, 11/2).

Menurutnya, semua anggaran diaudit secara proporsional dan prefesional. Bahkan, laporan keuangan selalu dilaporkan kepada pemerintah dan ditembuskan kepada DPR. Ia pun mempertanyakan temuan TI yang menurutnya tidak berdasar.


"Survei itu tidak benar, tidak didukung data yg benar," demikian Syafrie.

Berdasarkan temuan TI, Indonesia mendapat nilai E dalam skala A-F. Sebagai gambaran, A adalah nilai terbaik dan F adalah terburuk. Negara lain yang mendapat nilai E adalah Afghanistan, Irak, Uganda, Zimbabwe, dan Filipina. Negara yang mendapat F, antara lain Libya, Mesir, Kamerun.

Dalam laporannya, TI juga menyebutkan sektor pertahanan Indonesia dikuasai kartel partai politik melalui anggota dewan yang duduk di Komisi I DPR bidang pertahanan, komunikasi dan hubungan luar negeri. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya