Berita

tunisia/ist

Dunia

Pemakaman Tokoh Oposisi Tunisia Berujung Bentrok

SABTU, 09 FEBRUARI 2013 | 09:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Puluhan ribu ribu warga Tunisia turun ke jalan di Ibukota Tunis untuk mengiringi prosesi pemakaman pemimpin oposisi mereka.

Diperkirakan sebanyak 40 ribu orang turun ke jalan untuk mengiringi pemakaman Shokri Belaid. Dalam iring-iringan tersebut para pelayat meneriakan slogan-slogan anti pemerintahan yang kemudian memicu terjadinya bentrokan dengan pihak keamanan setempat. Pihak berwenang kemudian merespon melepaskan gas air mata untuk mencegah aksi tersebut meluas.

Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengatakan bahwa polisi telah menangkap 132 orang yang dianggap sebagai provokator dalam aksi tersebut.


Jenazah Belaid akhirnya dimakamkan pada Jumat (8/2) pukul 15.00 waktu setempat di Tunis selatan. Pekikan "Allahu akbar", lagu kebangsaan dan lantunan ayat suci Al Quran berkumandang saat jenazah mulai diturunkan ke liang lahat.

Pengacara dan tokoh politik sekuler Tunisia itu tewas terbunuh Rabu (6/2) lalu, saat hendak berangkat kerja. Para pendukungnya menduga Belaid sengaja dibunuh oleh pemerintah karena sifat vokalnya terhadap pemerintah. Namun demikian, pemerintah Tunisia membantah tudingan keterlibatan pembunuhan tersebut.

"Dengan darah dan jiwa kami, kami akan mengorbankan diri untuk martir pemerintah," teriak para pelayat, yang dilanjutkan dengan meneriakkan kecam terhadap partai pemerintah, Ennahda, yang mereka anggap sebagai pembunuh Belaid. Demikian seperti dikutip al Jazeera (Sabtu,9/2).

Selama ini, Tunisia terpecah oleh ketegangan antara kelompok islamis dominan dengan oposisi mereka yang sekuler. Selain itu, besarnya kekecewaan karena tidak banyak kemajuan sosial yang terjadi sejak penggulingan diktator Zine al-Abidine Ben Ali Januari 2011 lalu, juga turut memperkeruh situasi politik di negara tersebut.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya