Berita

Nikita Mirzani

Blitz

Nikita Mirzani, Ditelepon Bos Playboy Amrik

KAMIS, 07 FEBRUARI 2013 | 09:15 WIB

Berpose di Playboy dianggap bukan porno. Siap menghadapi hujatan masyarakat dan ormas.

Nikita Mirzani masih bermimpi bisa berpose hot di majalah pria dewasa, Playboy. Model dan artis seronok yang kini jadi pesakitan kasus penganiayaan ini, bahkan mengklaim telah dihubungi oleh bos Playboy, Hugh Hefner. Apa iya sih...

“Jadi lah, masa saya bohong. Sudah disuruh datang sama yang punya langsung. Hugh Hefner telepon saya,” klaim Nikita di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin.


Kok hebat betul ya ditelepon langsung oleh Hefner, bagaimana ceritanya?

Nikita menuturkan, dirinya punya tante yang sudah lama bermukim di Amerika Serikat. Menurutnya, tantenya mengenal Hugh Hefner dan sempat menunjukkan foto-foto dirinya kepada Hefner.

“Beliau (Hugh Hefner) suka dan minta saya foto di sana. Awalnya memang tante yang kasih lihat foto-foto saya,” jelas bintang film Lihat Boleh, Pegang Jangan dan Mama Minta Pulsa ini.

Berusaha lebih meyakinkan lagi, Nikita sudah melakukan berbagai persiapan. Tak cuma mental, tapi sampai urusan permak tubuh. Ya, ternyata Nikita diketahui operasi hidung demi berpose di Playboy!

“Lha ini operasi hidung kamu pikir buat apaan? Kan biar mancung kayak bule,” selorohnya sambil menunjuk hidungnya sendiri.

Saat ditanya kapan akan terbang ke negeri Paman Sam, Nikita ogah membeberkannya dengan alasan malas ribut karena rencananya tersebut bakal diprotes banyak orang.

“Bulan dan tanggalnya no comment deh. Yang jelas 2013 ini. Tadinya mau di 2012, memang nggak ada yang tahu, pastinya 2013 ini sudah fix. Pokoknya saya ke Amerika habis itu balik lagi ke Jakarta,” tegas Nikita.

Bintang film Perempuan-Perempuan Liar ini mengaku tak takut dengan ancaman demo protes kelak dari barisan ormas, khususnya Front Pembela Islam (FPI).

Nikita beralasan, rencana pemotretan dirinya sebagai sampul majalah dewasa itu dilakukan di luar negeri dan majalah tersebut juga hanya beredar di negeri Paman Sam. “Majalahnya cuma terbit di Amerika, nggak di sini.
Saya fotonya juga di luar negeri, apa yang perlu saya takutkan?” kata Nikita.

“Saya kan bukan maling, kenapa FPI mau demo atau nolak saya?” cetusnya lagi.

Secara khusus, Nikita meminta agar setiap foto-foto seksinya tak dilihat dari sisi porno. Ia berdalih, foto-foto dengan pakaian mini atau sampai telanjang sekalipun, merupakan bagian seni. “Tergantung orang yang melihatnya. Menurut saya itu sah-sah saja, karena itu seni. Jangan dilihat porno karena itu ada nilai keindahannya,” tuturnya.

Janda satu anak ini menambahkan, memang tak semua orang sependapat dengan dirinya. Kebanyakan orang, kata Nikita, masih menganggap foto-foto di majalah dewasa adalah hal vulgar. “Tapi buat saya, itu seni,” tukasnya.

Kemarin, Nikita kembali mengikuti lanjutan sidang kasus yang menderanya. Saksi yang dihadirkan Majelis Hakim kali ini adalah kakak beradik Olivia Maesandy dan Beverly, korban yang melaporkan Nikita ke polisi.

Bersama mereka turut dihadirkan tiga saksi lainnya, yang juga hadir di Kafe Rooftop Kemang, saat kejadian 5 September 2012.

Dalam kesaksiannya, Oliv menceritakan rentetan peristiwa penganiayaan yang dialami oleh dirinya maupun sang adik. Oliv mengaku dua kali dijambak, dua kali ditampar dan dilempar dengan sebuah benda padat oleh Nikita. Namun, Nikita membantah  pemukulan atau penamparan itu.

“Abis lucu sih keterangannya beda, harusnya biar sinkron dong. Harusnya mereka ketemu dulu terus ngobrol satu sama lain biar sinkron,” ungkapnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya