Berita

PKS Tinggal Punya Pemilih Ideologis

SENIN, 04 FEBRUARI 2013 | 07:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kasus suap daging sapi yang melibatkan Presiden PKS yang telah mengundurkan diri Luthfi Hasan Ishaaq pasti mempengaruhi pemilih partai dakwah tersebut. Diyakini, pemilh PKS hanya tinggal konstituen ideologis saja.

"Pengaruhnya jelas. Karena pemilihnya selama ini adalah kelompok terdidik-rasional. Kemungkinannya (PKS) akan kembali ke pemilih basis utama, konstituen die hard. Mau ada goncangan apapun, kader die hard itu tak akan goyah," jelas pengamat politik dari The Indonesian Institute Abdul Rohim Ghazali kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 4/1).

Rohim menjelaskan, peningkatan suara PKS dari Pemilu ke Pemilu merupakan implikasi startegi yang diambil partai tersebut. Setelah mengusung tema bersih, peduli, PKS kemudian menjadi partai terbuka terhadap semua golongan.


"Dia berusaha menarik ceruk dari segmen lain. Dan banyak masyarakat di luar kader intinya yang memilih. Tapi pada kenyatannya, PKS tidak konstisten, ya mereka akan memilih partai lain. Karena mereka menganggap PKS tidak ada beda dengan partai lain," ungkapnya.

Karena itu, menurut Rohim, recovery dan termasuk konsolidasi yang akan dilakukan Presiden PKS baru, Anis Matta paling hanya bisa memperkecil dampak destruktif akibat kasus impor daging sapi itu. Apalagi, kata Rohim, Anis Matta juga dikait-kaitkan kasus suap di Badan Anggaran.

"Tapi Anis posisinya di PKS strategis. Dia itu seperti melting pot bagi semua kepentingan. Dia bisa berkomunikasi dengan semua segmen di PKS. Secara integritas, sebenarnya dipertanyakan," sambung dosen Universitas Paramadina ini.[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya