Polisi akhirnya menemukan jasad Sarai Sierra, turis warganegara Amerika Serikat yang sudah dua minggu lamanya menghilang. Penemuan jasad Ny. Sierra ini menjadi salah satu berita utama media massa di Amerika Serikat.
Jasad ibu muda berusia 33 tahun yang tinggal di New York ini ditemukan polisi di dekat dinding batu Istanbul di Distrik Sarayburnu. Polisi memperkirakan Sarai Sierra dibunuh di tempat lain sebelum jasadnya dibuang ke kawasan itu.
CNN Turk melaporkan bahwa di tubuh Ny. Sierra ditemukan luka tikaman senjata tajam. Kepala Polisi di Istanbul, Husein Capkin, mengatakan, Ny. Sierra tewas akibat tembakan di bagian kepala. Juga disebutkan bahwa polisi telah menahan setidaknya sembilan orang tersangka.
"Kabar terakhir yang saya dengar dari istri saya pada Senin pagi, 21 Januari. Dia berbicara dengan adiknya dan hal terakhir yang disampaikannya: saya akan pulang besok," ujar Steven Sierra, suami Sarai, dalam wawancara dengan
CNN beberapa hari lalu.
Steven Sierra berbicara kepada
CNN di Istanbul hari Rabu pekan lalu. Ia dan saudara laki-laki Sarai Sierra, David Jimenez, berada di Turki untuk membantu pencarian.
Sarai Sierra pergi ke Istanbul sendirian. Seorang teman yang sedianya akan menemani Ny. Sierra membatalkan keberangkatan di saat-saat terakhir sebelum penerbangan.
"(Sebelum berangkat) dia meneliti daerah yang akan didatanginya, tempat dimana dia akan tinggal dan tempat-tempat aman untuk dikunjungi dan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan," ujar Magalena Rodriguez, sahabat Sarai Sierra.
Ny. Sierra adalah seorang fotografer amatir yang dalam beberapa waktu belakangan ini mendapatkan sekitar 3.000 follower sejak bergabung dengan aplikasi Instagram.
Beberapa orang yang berteman dengannya di Instagram menyarankan dia untuk mengunjungi Turki. Mereka menawarkan diri menjadi pemandu turis.
Saudara laki-laki Sarai Sierra pun sudah mengkhawatirkan rencana perjalanan ke Turki ini. Tetapi ia tidak dapat berbuat apapun karena tekad Sarai Sierra sudah bulat.
Sarai Sierra memang dikenal keras dalam mencapai kemauannya. Beberapa tahun lalu dia pernah mengikuti lomba triathlon walaupun tidak memiliki kemampuan berenang yang baik dan tidak memiliki sepeda. Namun begitu, ia berhasil menyelesaikan perlombaan dengan meminjan sepeda gunung sang suami.
Sara Sierra tidak hanya mengunjungi Istanbul. Ia juga menyempatkan diri pergi ke Amsterdam di Belanda juga ke Jerman pada tanggal 15 Januari. Ia kembali ke Istanbul pada tanggal 19 Januari.
Dia telah memesan tiket perjalanan ke New York pada 22 Januari. Namun sehari sebelum itu, ia mulai menghilang dan tak akan pernah kembali ke pelukan kedua anaknya yang baru berusia 9 dan 11 tahun.
[ian]