Berita

Recep Tayib Erdogan/ist

Dunia

Recep Erdogan: Penyerang Kedubes AS Bukan Suriah

MINGGU, 03 FEBRUARI 2013 | 19:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Turki menyebut serangan bom bunuh diri yang terjadi di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Ibukota Ankara, pada Jumat (1/2), tidak ada hubungannya dengan Suriah.

Perdana Menteri Recep Tayib Erdogan justru menyebut bahwa serangan itu dilakukan oleh kelompok terorisme domestik.

''Saya tidak melihat kesimpulan ke arah itu (Suriah). Kami tahu kelompok kiri selalu menyerang negara kami,'' ujar Erdogan, seperti dilansir, Hurriyet Daily News (Sabtu, 2/1).


Sebelumnya pada Jumat (1/2) sebuah serangan bom bunuh diri mengguncang Kedubes AS dan menewaskan dua orang, termasuk diantaranya seorang petugas keamanan kedubes. Dinas intelejen Turki mengidentifikasi bahwa pelaku penyerangan tersebut bernama Sanli Ecevit. Pria berusia 30 tahun itu kedapatan membawa enam kilogram bahan peledak yang tersusun rapi di dalam rompi yang ia kenakan.

Sejurus kemudian, kelompok Front Pembebasan Rakyat Revolusioner (DHKP-C) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Melalui sebuah pernyataan di jejaring internet DHKP-C juga mengaku melakukan hal itu sebagai bentuk perlawanan terhadap Amerika Serikat. Kelompok ini menghendaki pemerintahan Erdogan berhenti melakukan kerja sama dengan AS.

Lebih lanjut DHKP-C mengancam akan membunuh Erdogan jika ia melanjutkan kerja sama dengan AS.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya