Berita

Program Utama Partai RPR Anti-Amerika dan Anti-NATO

MINGGU, 03 FEBRUARI 2013 | 01:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Operasi kontra teroris yang dilakukan di Turki pada kurun 1990an memaksa banyak pimpinan Partai Revolusi Pembebasan Rakyat atau Devrimci Halk KurtuluÅŸ Partisi-Cephesi melarikan diri ke sejumlah negara di Eropa. Dalam kurun waktu yang singkat, partai berhaluan Marxis-Leninis ini populer di kalangan diaspora Turki.

Partai ini didirikan Dursun KarataÅŸ pada tahun 1978 dengan nama Devrimci Sol atau Revolusi Kiri, dan menjadikan aksi anti Amerika Serikat dan anti NATO sebagai program utama. Mereka menilai pemerintahan Turki berada di bawah pengaruh penjajah Barat. Menurut mereka, Turki dapat dibebaskan dari belenggu penjajahan baru dengan dua cara yang bertolak belakang, jalan demokrasi dan aksi kekerasan.

Adapun E. Alisan Sanli yang tewas dalam aksi bom bunuh diri di Kedubes Amerika Serikat di Ankara Turki kemarin (Jumat, 1/2) kembali ke Turki pada 1997. Dia pernah terlibat dalam sejumlah aksi, seperti penyerangan markas polisi di Istanbul dan penyerangan terhadap pejabat tinggi militer dengan menggunakan senjata anti tank. Dia dibebaskan dari penjara pada 2002 karena mengalami gangguan syaraf.


Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menyebut serangan bom bunuh diri itu sebagai tindakan melawan perdamaian dan kesejahteraan Turki.

Serangan terhadap Kedubes AS di Ankara ini dilakukan hanya beberapa bulan setelah serangkaian serangan yang dialami misi diplomatik AS di Mesit, Tunisia dan Libya. Dalam serangan hari Jumat itu, selain Sanli, seorang penjaga warganegara Turki juga tewas. Sementara seorang jurnalis televisi yang ada di dekat lokasi mengalami luka-luka.

Bulan September tahun lalu massa menyerang Konsul AS di Benghazi, Libya, dan menewaskan Dutabesa Christopher Stevens. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya