Berita

Manny Pacquiao-Floyd Mayweather

Olahraga

Terancam Batal Gara-gara Bayaran

Duel Mayweather Vs Pacquiao
SABTU, 02 FEBRUARI 2013 | 08:30 WIB

.Pertarungan Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather di atas ring terancam batal. Gara-garanya dua kubu petinju itu masih berebut porsi fee yang lebih besar.

Hal itu dipicu reputasi Pacqui­ao mulai menurun pasca ditum­bangkan petinju asal Meksiko Juan Manuel M·rquez di laga se­belumnya pada tahun lalu. Se­men­tara Mayweather, masih bisa mem­pertahankan rekor tak ter­kalahkannya saat ini.

Ricky Hatton, bekas petinju Ing­gris yang pernah merasakan kedahsyatan perlawanan Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather Jr tak sabar menyaksikan mega laga dua petarung itu.

Menurutnya, mega laga dua petarung itu seharusnya bisa di­lakukan  tanpa mempermasalah­kan bayaran. Asalkan bisa berse­pakat, setidaknya mau berbagi 50-50 dari pendapatan pertaru­ng­­an,  Pacquiao dan Mayweather mestinya bersedia naik ring demi reputasi dan nama baik. Selain itu pertarungan itu akan tercatat sebagai karier keemasan mereka.

“Anda masuk ke dunia tinju untuk membuktikan bahwa Anda yang terbaik di dunia. Jadi mereka harusnya bisa berpikir, ‘Mampukah saya mengalahkan Anda?,” kata Hatton kepada ESPN, kemarin.

Sebelumnya, Bob Arum, pro­motor CEO Top Rank yang me­megang Pacquiao setuju untuk berbagi keuntungan 45 buat May­weather dan 45 buat Pac­quaio. Sedangkan sisanya untuk pemenang pertarungan.

“Jika Mayweahter memang percaya bisa mengalahkan Pac­quiao, pasti dia akan mengam­bil­nya. Tapi itu semua tergan­tung kepadanya.”

Tapi, CEO Golden Boy Pro­motions Richard Schaefer yang merupakan promotor Maywea­ther menolak pembagian keuntu­ngan itu.

“Saya rasa Mayweather seha­rus­nya mendapatkan bayaran yang lebih besar. Kami berpikir harus mendapatkan pemasukan besar untuk pertarungan terakhir. Bila mendapatkan baya­ran sama dengan Pac­quiao, maka anda harus lihat rasionya. Seandai­nya pendapatan dari ta­yangan sama, maka se­harusnya mereka bagi rata 50-50.” [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya