Berita

hidayat nur wahid

PRESIDEN PKS TERSANGKA

Hidayat Nur Wahid Tak Mau Jadi Presiden Partai untuk Yang Ketiga Kali

JUMAT, 01 FEBRUARI 2013 | 11:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid dijagokan untuk menjadi Presiden PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq yang sudah mengndurkan diri karena tersangkut kasus suap impor daging.

Tapi Hidayat mengaku tak mau lagi memegang kursi yang pernah dia duduki tersebut.

"Secara prinsip, saya selalu menegaskan bahwa PKS itu partai kader. Dan karena partai kader tentu mementingkan kaderisasi. Dan saya alhamdulillah pernah jadi presiden partai dua kali. Pada tahun 1999-2001 saya jadi Presiden Partai Keadilan. Lalu 2001-2004, saya jadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera," ujar Hidayat kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/2).


Dia kuatir kalau jadi presiden partai lagi, kaderisasi di PKS tidak berjalan. Tak hanya itu, dia juga tak mau dicap orang yang 4L, loe lagi, loe lagi.

"Jadi kalau kalau kembali ke saya lagi, itu artinya 4L, loe lagi, loe lagi. Jangan dong. Kan kader PKS alhamdulillah banyak, punya pengalaman organisasi mumpuni,  pejabat publik yang bagus. Saya lebih mendukung kader lain dimajukan supaya sistem kaderisasi berjalan efektif," ungkapnya.

Siapa sebaiknya?

"Banyak dong. Syarat untuk jadi ketua partai itu memang harus anggota Majelis Syuro. Anggota Majelis Syuro itu 99 orang. Yang pernah jadi presiden partai kan hanya 5-6 orang. Jadi masih banyak lagi. Mereka yang punya pengalaman, ada yang jadi Ketua Dewan Syariah, Sekjen, Bendahara Umum, dan Ketua DPP. PKS tidak akan kekurangan kader," ungkapnya.

Salah seorang yang mendukung Hidayat menjadi Presiden PKS adalah Tifatul Sembring, yang juga pernah jadi presiden partai. Hidayat meminta Menteri Komunikasi dan Informatikan itu tidak mendorongnya. "Saya kan senasib dengan Pak Tifatul. Jadi ke kader yang lain saja lah," imbuhnya.

Karena itu, sekalipun akan ditunjuk, Hidayat akan berusaha menghindar. Berbeda dengan pada saat dia ditunjuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya dia menolak. Tapi setelah ditunjuk dia menerima meski kalah pada putaran pertama.

"Insya Allah ada kondisi dimana saya memang harus menerima penunjukan. Karena ada kondisi, saya harus tampil. Tapi untuk yang ini, akan ada kader lain yang tepat juga untuk melanjutkan perjuangan. Karena untuk gubernur, saya belum pernah. Kalau dicalonkan ada wajarnya. Tapi untuk jadi presiden, saya sudah pernah. Beri kesempatan yang lain jadi presiden," tandasnya.[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya