Berita

Muhammad AS Hikam/ist

Politik

KORUPSI HAMBALANG

Merujuk Pengakuan Choel, Perlu Diatur Lobi Politik Seperti di AS

SABTU, 26 JANUARI 2013 | 20:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Praktek lobi melalui akses politik bukanlah hal baru di negeri ini. Parpol serta parlemen, selain tentunya eksekutif, adalah media yang ampuh untuk melakukan transaksi ini.

"Belum lagi mereka yang dekat dengan kekuasaan seperti keluarga," demikian tulis pengamat politik senior Muhammad AS Hikam (Sabtu, 26/1).

Pernyataan Wakil Rektor President University ini menanggapi berita seputar pengakuan dari Andi Zulkarnain (Choel) Mallarangeng, menerima uang sebesar Rp 2 miliar dari Dirut PT Global Herman Prananto. Diduga pemberian uang tersebut masih terkait dengan korupsi Hambalang yang menyeret mantan Menpora yang juga kakak dari Choel, Andi Mallarangeng.


Mirisnya, lanjut AS Hikam, lobi politik semacam itu belum diatur secara tegas di Indonesia, sehingga sulit untuk di proses secara hukum.

"Apakah lobbi politik dilarang secara tegas? Tampaknya di Indonesia masih tetap abu-abu, karena aturan mengenai lobby politik pun tidak ada," lanjutnya.

"Karenanya praktik seperti yang dilakukan Choel Mallarangeng (CM) agaknya, paling jauh, hanya akan jadi barang gunjingan dan sinisisme. Tetapi untuk didakwa sebagai praktik melanggar hukum juga tidak mudah, untuk tidak mengatakan mustahil," tambahnya.

Di AS, misalnya, ada aturan khusus mengenai Political Action Committee (PAC), atau lobbyists yang membela kepentingan klien mereka di Konggres atau Ekskekutif, dan publik.

"Akankah RI menuju ke sana, atau para lobbyist dibiarkan bebas merdeka tanpa kendali?" demikian isi statusnya.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya