Berita

megawati/ist

PILPRES 2014

Taufik Kiemas dan Megawati Harus Satu Suara tentang Capres Alternatif

KAMIS, 24 JANUARI 2013 | 15:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

PDI Perjuangan memiliki peluang merebut kembali kemenangan yang pernah diraih dalam Pemilu 1999 silam. Sejauh ini sang ketua umum Megawati Soekarnoputri masih menjadi the uniting factor utama bagi kalangan internal partai.

Tetapi untuk menghadapi Pilpres 2014 kalangan elite PDIP harus ekstra hati-hati. Ketidakmampuan membaca arus perubahan zaman dapat membuat berapapun besar suara yang diperoleh dalam Pemilu 2014 tidak akan berarti apa-apa. Dan kekalahan di arena Pilpres 2014 akan kembali menempatkan PDIP di luar pagar Istana.

"Pernyataan yang pernah disampaikan Taufik Kiemas agar PDIP memilih calon dari kalangan luar dalam Pilpres 2014 ada benarnya. Itu bukan pernyataan sembarangan. Sedari sekarang PDIP harus semakin intensif membicarakan capres alternatif yang akan mereka dukung tahun depan," ujar dosen politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Teguh Santosa, dalam perbincangan beberapa saat lalu (Kamis, 24/1).


Menurut Teguh, tokoh yang layak dicapreskan PDIP itu bisa berasal dari kalangan internal, bisa juga dari kalangan luar partai. Yang jelas, harus dipastikan bahwa tokoh itu memiliki pandangan politik dan ekonomi yang sebangun dengan pandangan politik dan ekonomi yang diperjuangan PDIP selama ini, yang pada hakekatnya dilandaskan pada ajaran Tri Sakti Bung Karno.

"Taufik Kiemas dan Megawati harus satu suara dalam hal ini. Taufik Kiemas kelihatannya lebh realistis dalam membaca tanda-tanda zaman. Sekarang dibutuhkan kerelaan Mbak Mega untuk memberi kesempatan kepada tokoh-tokoh lain yang memiliki satu visi dengan perjuangannya selama ini," demikian Teguh.

Bulan Juli 2012 lalu Taufik Kiemas meminta Megawati yang juga istrinya agar memikirkan benar soal calon presiden dari PDIPI ini. PDIP harus mampu membaca arah politik yang belakangan berkembangan.

"Mega harus mencalonkan orang lain di Pilpres 2014," ujar Taufik Kiemas ketika itu. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya