Berita

hary tanoe-Surya Paloh

Sugeng: Hary Tanoe Buat Gerakan Mau Kudeta Surya Paloh

RABU, 23 JANUARI 2013 | 13:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Surya Paloh menjadi Ketua Umum atas permintaan pengurus Nasdem seluruh Indonesia. Karena itu tidak betul apa yang disampaikan Hary Tanoe bahwa dirinya mundur karena ada ketidaksamaan visi dengan Bos Media Grup tersebut.

"Saya membantah semua statemen mereka, membantah kesimpulan gegabah mereka. Bahwa mereka keluar, itu hak politik mereka," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Sugeng Suparwoto kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 23/1).

Bahkan, ujar Sugeng, pihaknya menilai Hary Tanoe lebih baik hengkang dari Partai Nasdem. Tak hanya itu, Nasdem juga dipastikan semakin solid keluarnya Bos MNC Grup tersebut. "Kita sadar partai ini memang harus menkonsolidir diri setelah menerima amanah dari masyarakat. Itulah yang menjadi konsen kita sekarang," tegasnya.

Karena menurut Sugeng melanjutkan, Hary Tanoe Cs-lah yang membuat adanya perpecahan di tubuh partai yang mengusung sloban perubahan tersebut.

"Kami semua fokus setelah lolos peserta pemilu, (kepengurusan Nasdem) diserahkan ke Pak Surya Paloh . Tapi mereka ternyata punya rencana lain. Meraka kumpulkan ini, kumpulkan itu. Dalam bahasa politiknya, mereka mau kudeta. Tapi kudeta gagal. Ada bukti-buktinya mereka mau kuasai partai ini," ungkapnya.

Bahkan, lanjut Sugeng, kalau Surya Paloh jadi Ketua Umum, Hary Tanoe meminta jabatan Ketua Majelis Nasional DPP Partai Nasdem, yang saat ini diduduki Bos Media Grup tersebut. Tak hanya itu, Hary juga ingin menempatkan orang-orangnya di jabatan-jabatan tertentu.

"Dengan berbagai kerendahan hati, Pak Surya Paloh mengatakan partai ini begini, begitu, maka dan seterusnya-seterusnya. Tapi tetap saja (mereka ngotot). Itulah yang dianggap beda visi. Bukan beda visi. Tapi memaksakan diri," tegas Sugeng.[zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya