Berita

iberamsjah

Nasdem Semakin Ditinggalkan Kalau Surya Paloh Gunakan Cara-cara Preman

SELASA, 22 JANUARI 2013 | 18:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Nasdem dipastikan akan merugi besar seiring dengan hengkangnya Hary Tanoe dari partai yang mengusung slogan perubahan tersebut.

Bos MNC Grup itu memilih mundur karena menginginkan pengurus yang saat ini dipegang anak muda tetap dipertahankan; sementara Surya Paloh malah ingin jadi ketua umum.

"Rugi banget Nasdem (dengan keluarnya Hary Tanoe). Pertama dia seorang donatur. Kedua dia punya jaringan yang sangat luas. Ketiga, dia punya pendukung banyak. (Mundurnya Hary Tanoe) Pasti berpengaruh besar sekali (terhadap Nasdem)," ujar Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia Prof. Iberamsjah kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 22/1).


Menurutnya, Surya Paloh bernafsu menjadi Ketua Umum DPP Partai Nasdem karena ingin mengukuhkan dominasinya. Dengan menjadi ketua umum, Bos Media Grup itu berharap tidak ada lagi orang yang menyaingi.

"Dia ingin jadi satu-satunya raja di Nasdem. Seperti Prabowo di Gerindra, Mega di PDIP, Ical di Golkar, Hatta Rajasa di PAN. Dia ingin seperti itu juga. Supaya tidak ada yang menjadi saingan dia. Orang yang sangat ambisius sekali," tegasnya.

Tapi cara-cara pemaksaan yang dilakukan Surya Paloh tersebut sungguh disayangkan. Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Rustam Effendi kemarin petang diberitakan didatangi oleh lebih dari 50 preman yang memaksanya menandatangani surat dukungan kepada bekas politikus Golkar tersebut.

"Itu premanisme politik. Itu maksa namanya. Cara-cara politik seperti itu sebaiknya ditinggalkan sajalah. Nggak ada gunanya. Rakyat makin tidak senang dengan Nasdem nanti. Restorasinya jadi dipertanyakan," ungkap Prof. Iberamsjah.[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya