Berita

ilustrasi, All New Sirion

Otomotif

Konektor Setir Rusak, 3.814 Unit All New Sirion Daihatsu Ditarik

Penggantian Komponen Habiskan Rp 8 Juta Per Mobil
SENIN, 21 JANUARI 2013 | 08:27 WIB

Berisiko kecelakaan, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) me-recall sebanyak 3.814 All New Sirion yang diproduksi pada Maret 2011 sampai Maret 2012. Penarikan tersebut, dikarenakan adanya gangguan pada konektor sensor setir di Electric Power Steering (EPS).

Gangguan ini berisiko me­ng­ancam keselamatan para pe­nge­mudi, karena fungsi kerja kemudi menjadi berkurang, se­hingga setir menjadi berat ter­utama saat parkir.

Technical Service Division Head ADM Ahmad Syaufi men­je­las­kan, kerusakan tersebut akibat terminal korosi, membuat arus lis­trik ke mo­tor listrik yang memu­tar pada setir menjadi ber­kurang.

“Karena arus listrik berku­rang, tenaga yang dihasilkan mo­tor ti­dak kuat memutar setir. Khu­sus­nya saat parkir dan itu memba­ha­yakan dan mengu­rangi kenya­ma­nan pengemudi,” kata Ahmad dalam acara temu media di Ja­karta, Rabu (16/1).

Pihak Daihatsu akan meng­ganti semua komponen secara assy (rang­kaian) mobil jenis small city car ini.

“Penggantian komponen akan menghabiskan dana sekitar Rp 8 juta untuk tiap mobil. Peng­gan­tian tidak dike­na­kan bia­ya mau­pun ongkos pe­ma­sangan sa­ma sekali ke konsumen alias gratis,” kata Ahmad.

Menurutnya, kerusakan ESP akan mempengaruhi kenyama­nan pengemudi, karena akan mengakibatkan putaran setir berat. Timbulnya karat tersebut, lanjut Ahmad, karena proses assambly ESP terganggu.

“Sistem ini sebenarnya tidak memiliki batasan waktu kapan harus diganti. Umur komponen EPS ini life time, sama dengan umur kenda­ra­an. Tidak ada pa­tokan ka­pan kom­­po­nen harus di­ganti,” ujarnya.

Daihatsu mengaku, penarikan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi rutin dari aktivitas mo­nitoring semua kendaraan mere­ka. Untuk mengganti keru­sa­kan tersebut, para pemilik All New Sirion bisa segera mendaftar se­jak Rabu (16/1). Caranya, meng­hubungi Call Centre Dai­hat­su pada 0800-1337692 (bebas pul­sa). Atau langsung ke bengkel resmi Daihatsu terdekat atau Daihatsu Access 500898.

“Setelah mendaftar, akan di­jad­wal­kan dan dicarikan lokasi beng­kel terdekat dengan pelang­gan. Untuk waktu pengerjaannya, paling lama dua jam,” jelasnya.

Sayangnya, pi­hak Dai­hatsu tidak langsung menelepon kon­su­men untuk memberitahu ada­nya kerusakan di mobil ter­sebut.

Direktur Marketing ADM Ame­­­lia Tjandra menuturkan, recall ini merupakan bentuk tang­gung jawab perusahaan kepada pelanggannya.

“Sebenarnya be­lum ada keluh­an soal potensi korosi di EPS. Ini kami lakukan atas inisiatif dalam rangka pre­ven­tif dalam membe­rikan ke­nya­ma­nan terha­dap kon­sumen,” kilah Amelia.

Program ini berlangsung sela­ma setahun terhitung dari 1 Feb­ruari 2013 hingga 1 Februari 2014. Daihatsu yakin, adanya recall ini tak berpengaruh sig­ni­fikan pada penjualan Daihatsu secara keseluruhan tahun ini.

“Tahun ini kami menargetkan 180.000 unit dengan pangsa pasar sebesar 15 persen dari penjualan yang ditargetkan Ga­bungan In­dus­tri Kendaraan Ber­motor In­do­nesia (Gaikin­do) 1,2 juta unit,” ucap Amelia.

Selain melakukan recall, Dai­hat­su sudah menaikkan harga semua model kendaraan yang di pasarkan di Indonesia tahun ini. Ke­naikan ini tidak bisa dihin­dar­kan. Pasalnya, tahun lalu harga komponen sudah naik, sedang­kan harga belum dinaikkan.

“Faktor lain yang memaksa harga harus dinaikkan adalah nilai rupiah terhadap dolar AS makin melemah. Ke­naikan har­ga juga dipengaruhi pajak di ber­bagai daerah yang berbeda,” terang Amelia.

Khusus untuk Jakarta, Xenia dan Terios naik Rp 3,5 juta, Sirion Rp 1,8 juta, Luxio Rp 3,4 juta, Gran Max Minibus dan PU Rp 3,2 juta. Xenia dengan berbagai varian, dijual oleh Daihatsu dari Rp 126,6 juta sampai Rp 182,3 juta. Terios dari Rp 160 juta-Rp 211,9 juta, Sirion Rp 140,5 juta- Rp 161,5 juta, Luxio dari Rp 144,7-180,9 juta, Gran Max Rp 119,5-Rp 135 juta dan Gran Max PU dari Rp 89,4juta-Rp 104 juta.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya