Berita

hillary clinton/ist

Dunia

Hillary Clinton Was-was Warga Negaranya Masih Disandera di Aljazair

SABTU, 19 JANUARI 2013 | 10:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Negara yang warganya disandera oleh kelompok militan di sebuah perusahaan gas Aljazair menyatakan kekhawatiran mereka atas pengepungan yang sedang berlangsung.

Demikian juga yang dirasakan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton. Ia bahkan menggambarkan bahwa situasi saat ini sangat sulit dan berbahaya.

Dilansir BBC (Sabtu, 19/1), istri mantan presiden AS tersebut mengatakan bahwa Perdana Menteri Aljazair Abdelmalek Sellal telah memberitahunya bahwa operasi masih berlangsung dan situasi masih belum stabil, sementara sandera tetap dalam bahaya di sejumlah kasus.


Hal inilah yang membuat Hillary merasa khawatir dengan warga negaranya yang masih disandera oleh kelompok militan tersebut.

Sementara itu, pemerintah Aljazair mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil membebaskan ratusan sandera dari fasilitas gas yang berada di Gurun Aremas itu. Namun demikian, sedikitnya 30 pekerja asing masih belum ditemukan dan diduga masih menjadi sandera.

Kantor berita APS mengabarkan 12 pekerja Aljazair dan asing ditemukan tewas dalam upaya penyelamatan yang dilakukan sejak Kamis (17/1) lalu.

APS juga memberitakan 573 warga Aljazair dan sedikitnya 100 orang dari 132 pekerja asing telah dibebaskan dalam operasi yang berlangsung selama 36 jam. Sedangkan 18 militan dikabarkan tewas. Para militan masih berada di fasilitas gas itu dan sekitar 10 warga Inggris diperkirakan masih tersandera.

Sumber keamanan Aljazair mengatakan diantara para sandera yang tewas adalah delapan warga negara Aljazair, dua warga Jepang, dua warga Inggris dan satu berkebangsaan Prancis. Tetapi kebangsaan korban tewas lainnya belum jelas.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya