Berita

ilustrasi, Toyota

Otomotif

Harga Mobil Toyota Bakal Dinaikkan Lagi

Imbas Naiknya Biaya Produksi & Pelemahan Rupiah
SENIN, 14 JANUARI 2013 | 08:13 WIB

.Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) telah menaikkan harga jual produk mobilnya di 2013. Kenaikan harga dipicu melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS serta naiknya biaya produksi mobil. Bahkan, Toyota bakal menaikkan kembali harga mobilnya pada pertengahan tahun ini.

Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Dar­­mawan mengatakan, ke­nai­kan harga mobil tidak bisa di­elak­kan. TAM telah menaikkan harga jual produknya per 1 Ja­nuari mulai da­ri Rp 2 juta hing­ga Rp 20 juta.

“Kenaikan harga tidak terjadi secara signifikan. Kenaikan har­ga ini tergolong lambat diban­ding beberapa APM lain yang telah lebih dulu menaikkannya,” ung­kap Johnny saat dikontak Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, perusahaan su­dah melakukan efisiensi agar har­ga mobil tetap stabil. Namun dengan melemahnya rupiah dan biaya pro­duksi naik, harga jual mobil ter­paksa dinaikkan.

Namun, Johnny pede, kenaik­an harga tidak akan mem­penga­ruhi penjualan Toyota ke depan.

“Penjualan masih oke, kok. Tidak ada masalah, saya yakin Toyota telah mendapat keper­ca­yaan di hati konsumen. Jadi ke­bijakan kenaikan harga nggak akan ber­pengaruh,” kilahnya.

Pasca menaikkan harga, Toyota berjanji akan tetap memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik sebagai bukti penghargaan pe­ru­sahaan terhadap konsumen.

Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto menambahkan, ke­naik­an harga mobil ini belum di­perhitungkan dengan rencana ada­nya regulasi baru pemerin­tah, seperti tarif dasar listrik, har­ga bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan upah buruh.

“Tiap kuartal kami akan me­mantau kemungkinan kenaikan biaya produksi akibat regulasi ter­­sebut. Bagian manufaktur meng­hendaki adanya kenaikan harga mobil yang lebih tinggi akibat kenaikan biaya produksi. Namun, bagian pemasaran ha­rus mem­per­timbangkan per­sai­ng­an pasar akibat kenaikan ini,” jelas Joko.

Bahkan Joko memprediksi, ke­naikan harga mobil kemung­kinan akan terjadi kembali pada per­tengahan tahun ini.

“Belum tahu secara pasti be­rapa kenaikannya. Kita lihat nan­ti, semua tergantung kondisi In­do­nesia ke depan,” pungkasnya.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menuturkan, adanya kenaikan harga jual dari beberapa APM termasuk Toyota, tidak ber­pe­nga­ruh secara signifikan.

“Kebanyakan konsumen tidak memikirkan harga jual dalam membeli mobil. Ada juga yang tipenya asal suka produknya, har­ga berapa pun dibeli,” ujar Jong­kie kepada Rakyat Merdeka.

Menurutnya, penjualan mobil akan tetap berjalan lancar, mes­kipun ada kenaikan, “Naiknya masih kecil. Kalaupun nanti ada kenaikan yang tinggi, konsumen bukan tidak membeli, tapi cuma menun­da,” kata Jongkie.

Namun, Jongkie tidak me­nam­pik blongnya rem rupiah bisa men­dongrak harga jual mobil menjadi lebih mahal. Apalagi, katanya, sebagian besar produk otomotif sudah dirakit dan di­produksi di dalam negeri.

“Adanya regulasi mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) nanti akan m­eringankan beban APM dalam memproduksi mobil murah,” imbuh Jongkie. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya