Berita

Ardina Rasti

Blitz

Ardina Rasti, Ditendang & Diinjak Eza Sampai Pingsan

JUMAT, 11 JANUARI 2013 | 09:13 WIB

Aksi kekerasan dilakukan berulang-ulang. Eza sudah resmi berstatus tersangka.

Berbulan-bulan cuma sebatas gosip, akhirnya Ardina Rasti berani buka suara bahwa Eza Gionino telah mengasari dirinya secara fisik. Ya, mantan pacar Rasti itu ternyata per Oktober 2012 telah dipolisikan de­ngan tuduhan penganiayaan dan tin­dakan tidak menyenangkan.

“Laporannya atas tindakan penga­niayaan dan perlakuan tidak menye­nangkan. BAP (Berita Acara Pemerik­saaan)-nya dua kali, Juli 2011 dan Juni 2012 di Pejaten dan Bintaro,” terang Kasubag Humas Polres Jaksel AKP Aswin Sipayung kepada wartawan.

Berdasarkan laporan itu, Eza bisa dijerat dengan Pasal 335 dan 351 Ayat 1 dengan ancaman hukuman hingga dua tahun penjara.

“Sudah proses pemeriksaan. Sam­pai saat ini sudah diperiksa enam orang saksi, termasuk keterangan dari saksi korban. Terlapor juga akan di­panggil sebagai tersangka Senin 14 Januari 2013,” imbuh Aswin.

Menurut Ibunda Rasti, Erna San­toso, tak hanya sekali putrinya di­perlakukan kasar oleh pesinetron Putih Abu-abu 2 itu. “Bukti-buktinya sudah lengkap dan sudah di-BAP. Lihat saja, kalau selama ini Eza bi­lang keluarga Rasti yang mem­fitnah, dia akan tahu siapa yang benar dan siapa yang salah,” beber Erna.

Kepada pengacaranya, Aldy, Rasti bercerita bahwa ada dua kejadian pe­nganiayaan yang menimbulkan luka-luka cukup serius di sekujur tubuh­nya. “Kejadian pertama, pada Juli 2011. Eza mukul wajah Rasti sam­pai Rasti jatuh. Ditendang ber­kali-kali rusuknya sampai pingsan, karena membuat asma Rasti kam­buh,” beber Aldy, via telepon, ke­marin.

Penganiyaaan kedua berlangsung pada Juni 2012. “Hampir mirip dengan yang pertama. Rasti ditampar, ditoyor kepalanya, diben­turkan ke benda-benda keras. Tapi nggak sam­pai pingsan,” lanjut Aldy.

Kepada Aldy pula, Rasti hanya me­ngatakan bahwa Eza itu sangat emo­sional. Jika sedang marah, Eza bia­sanya suka membanting barang.

“Eza memang tipikal orang yang susah menghentikan emosinya kalau sudah marah. Bisa sampai mem­ban­ting-banting apa saja yang ada di se­kitarnya,” tutur Aldy.

Sebelum putus, sejatinya Rasti dan Eza kerap terlihat mesra di depan umum. Namun tak disangka, peru­bahan lebih banyak terjadi di Rasti selama pacaran. Bintang film The Sexy City dan Batas ini dinilai semakin jauh dengan keluarganya. Ia juga tak lagi ceria dan lebih menutup diri. “Se­makin jauh dengan keluarganya dan lebih tertutup,” ungkap sumber.

Sebelumnya, Rasti dikenal sebagai perempuan yang jarang bergaul. Ia pun dinilai tak mengenal Eza lebih jauh sehingga diduga menjadi korban penganiayaan kekasihnya itu. “Rasti anak yang jarang bergaul, jadi dia tak tahu dan tak mengenal Eza itu seperti apa,” sambung sumber.

Padahal, beberapa kali Rasti sempat diperingatkan oleh mantan pacarnya Eza. Namun Rasti tak serius men­dengarkannya.

Belum ada klarifikasi dari Eza. Ma­najernya, Tika, mengaku pihaknya tidak tahu menahu soal itu. Dia bi­lang, sudah tak lagi memanajeri Eza secara langsung.

Namun, menurutnya, laporan itu tidak mengganggu aktivitas Eza. Hingga saat ini, jadwal syutingnya sama sekali tidak terganggu. Dari sikapnya pun, Eza terlihat biasa saja. “Nggak tuh, biasa-biasa saja seperti tidak ada masalah,” ungkap Tika.

Sebelumnya, Rasti sempat me­ngakui bahwa putus cintanya dia sama Eza menyisakan trauma. Butuh waktu lama untuk memulihkan kon­disinya yang drop setelah berpisah dengan Eza.

“Sekarang aku sudah pulih dan nggak sedih lagi. Fokus di syuting sama penggarapan album baru saja,” kata Rasti, beberapa waktu lalu.

Rasti bersyukur, meski kini masih merasakan luka patah hati, ia dike­lilingi orang-orang yang sayang pa­danya, seperti para sahabat dan ke­luarga.

Kepedulian mereka lah yang mem­buatnya lebih cepat pulih dari rasa sakit hatinya. Bahkan, saking pe­dulinya, para sahabat Rasti ada yang merasa tidak terima karena pesinetron itu kerap menjadi korban kekerasan fisik Eza.

“Aku nggak mau bicara banyak tentang satu itu. Yang sudah terjadi, ya sudah. Dalam menghadapi masa­lah ini aku nggak sendiri. Ada sa­habat dan keluarga yang selalu me­ng­ingat­kan agar tidak memilih jalan negatif sejak kejadian tersebut,” papar Rasti bermisteri.

Dari semua kejadian itu, kata Rasti, ia jadikan pengalaman yang berarti bagi dirinya supaya tak terulang lagi ke depan. Kejadian buruk yang per­nah dirasakannya itu juga tak mem­buat Rasti jadi lebih takut meniti karier. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya