Berita

Politik

Calon Bos SK Migas Harus Bebas Kepentingan

KAMIS, 10 JANUARI 2013 | 14:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Dewan Pakar Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Prof Tunggul Sirait mengatakan, penunjukan sosok Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SK Migas) tidak boleh didasari atas kepentingan dan kompromi politik atau golongan.

Menurutnya, sosok Kepala SK Migas yang terpilih harus bebas dari kepentingan dan bayang-bayang pihak tertentu sehingga ia mampu menjalan kepentingan SK Migas untuk negara semata.

Pemerintah pun, kata bekas Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) itu, sebaiknya tidak terpengaruh dengan suara atau tekanan pihak-pihak tertentu dalam  penunjukan Kepala SK Migas.


"Karena tekanan tersebut pasti ada sesuatu-nya yang ujung ujungnya ini akan membahayakan kepentingan SK Migas maupun kepentingan Pemerintah terkait kegiatan usaha hulu migas," kata Tunggul dalam siaran persnya, Kamis (10/1).

Karena itu, penunjukan kepala SK Migas harus mengedepankan zero resistance dan sebaiknya tidaklah orang yang berasal dari kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) yang ada  supaya tidak menjadi pergunjingan, perdebatan dan penolakan di publik yang akan berujung terganggunya konsentrasi dan kinerja SK Migas nantinya.

Namun, ia mengakui, jika kewenangan pemilihan kepala SK Migas sepenuhnya ada di Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2012 tentang Pengalihan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kegiatan Usaha Hulu Migas. Dimana seluruh fungsi atau jabatan di SK Migas berada pada kewenangan Menteri ESDM tidak terkecuali pengangkatan kepala SK Migas.

Dia juga mengapresiasi keberhasilan SK Migas yang mampu memberi sumbangan yang cukup signifikan terhadap pendapatan negara. Dia juga mendukung upaya SK Migas untuk menemukan sumur-sumur baru guna meningkatkan lifting dan penerimaan negara supaya mampu menekan recovery cost .

"Sumur minyak yang telah tua dan terkuras dipastikan akan menguras biaya (cost)," tandasnya.

Sebelumnya Menteri ESDM Jero Wacik akan melepaskan jabatan sebagai Kepala SK Migas. Saat ini beredar dua nama calon bos SK Migas. Calon pertama adalah mantan Kepala Pengawasan dan Pengendalian Proyek Pengembangan Lapangan Abadi Masela BP Migas yang kini menjadi Staf Ahli Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo. Sedangkan calon kedua adalah Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini.[dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya