Berita

adhie massardi/ist

SKS PHM

AMM: Mafia Minyak Makin Leluasa!

SELASA, 08 JANUARI 2013 | 12:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

DPR harus segera membuat UU Migas baru yang benar serta berpihak kepada kepentingan rakyat (nasional), bukan demi kepentingan asing dan para pemilik modal seperti tertuang dalam UU 22/2002 yang sebagian pasalnya sudah dilikuidasi Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

Hal ini dinyatakan Adhie M Massardi, yang bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin, sesepuh NU KH Hasyim Muzadi, Dr Rizal Ramli dan sejumlah tokoh nasional lainnya mendeklarasikan Gerakan Menegakkan Kedaulatan Negara (GMKN) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta (Senin, 7/1) kepada Rakyat Merdeka Online siang ini (8/1).

Menurut rencana, GMKN siang ini akan menemui jajaran pimpinan DPR-RI di komplek DPR/MPR Senayan untuk menyampaikan sikap sehubungan dengan tatakelola sumber daya alam kita yang oleh pemerintahan SBY lebih banyak diserahkan kepada pihak asing dan para pemilik modal.


“Kami juga meminta agar Perpres 95/2012, dasar hukum dibuatnya Satuan Kerja Sementara (SKS) Pelaksana Hulu Migas, segera dicabut karena selain bertentangan dan melawan keputusan MK yang telah membubarkan BP Migas, hal ini juga membuat kian leluasanya para mafia migas merampok kekayaan alam kita, yang menurut Konstitusi seharusnya demi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat,” ungkap Adhie.

Bahkan tokoh gerakan sipil yang juga koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini melihat ada indikasi sejumlah kekuatan politik yang hendak bertarung dalam pemilu 2014 memanfaatkan upeti dari para mafia migas untuk pembiayaan pemilu.

“GMKN dan elemen pendukung lainnya tidak akan membiarkan harta kekayaan alam yang luar biasa besarnya, yang dianugerahkan Tuhan bagi seluruh rakyat Indonesia, hanya dijadikan bancakan para elite partai yang korup itu,” pungkasnya.[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya