Berita

ilustrasi

Kader Demokrat yang Masih Berstatus Saksi Tetap Bisa Nyaleg

SELASA, 08 JANUARI 2013 | 09:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Demokrat sudah membuat ketetapan bahwa kader yang berstatus tersangka tidak bisa menjadi calon anggota legislatif pada pemilihan umum 2014 mendatang. Sementara, kader yang masih berstatus saksi atau hanya disebut-sebut terlibat kasus korupsi masih bisa maju.

"Bagaimana pun kita harus menyadarilah. Persoalaan hukum di Indonesia, kadang diseret-seret jadi politis," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 8/1).

Menurutnya, rumors atau pemberitaan bahwa seseorang terlibat kasus korupsi tidak bisa dijadikan acuan. Karena saat ini, masih kata Ramadhan, media massa tertentu bisa jadikan pamflet politik oleh pihak tertentu.

"Dan surat kaleng juga kan bisa jadi kemana-mana. Kan itu bisa disebut-sebut juga. Misalnya surat kaleng masuk ke KPK dan KPK menyampaikan, lalu ada wartawan menuliskan. Ada yang salah? Tidak ada yang salah. Yang salah adalah kalau kita jadikan itu sebagai bukti hukum," ungkapnya.

Karena itulah, kader yang masih sebatas saksi atau disebut-sebut terlibat kasus korupsi masih bisa nyaleg.

"Menurut saya sih, saksi atau orang yang disebut-sebut, jangan dizolimi, jangan batalkan hak dia. Karena kalau misalnya disebut-sebut dan saksi sudah cukup (dianggap kuat secara hukum), berguguran semua orang yang jadi caleg. Karena buat saja surat kaleng, kan berguguran semua itu. Tapi bukan itu yang kita inginkan," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya