Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Tentara Perbatasan India dan Pakistan Baku Tembak di Kashmir

MINGGU, 06 JANUARI 2013 | 15:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pasukan perbatasan India dan Pakistan terlibat baku tembak di daerah yang tengah disengketakan, Kashmir, pada Minggu (6/1).

Pihak Pakistan menyebut insiden ini adalah buntut dari peristiwa penyerangan pasukan India ke salah satu pos di kawasan Haji Pir, sebuah daerah Kashmir yang dikuasai oleh pemerintah Pakistan. Serangan tersebut, diklaim tentara Pakistan telah mengakibatkan seorang tentara Pakistan tewas dan melukai beberapa lainnya.

Sementara pihak India justru menyebut pasukan Pakistan telah terlebih dahulu melakukan tembakan provokasi ke arah pos penjagaan India di kawasan tersebut, sehingga membuat tentara perbatasan merespon tindakan provokasi itu.


Menurut jurubicara militer Pakistan, ketegangan dan aksi saling tembak kedua pasukan di Kashmir hingga saat ini masih berlangsung.

"Tentara Pakistan secara efektif merespon serangan pasukan India," ujar jurubicara Pakistan yang tidak disebutkan namanya, sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 6/1).

Padahal sebelumnya kedua negara sempat menyepakati dilakukannya gencatan senjata di wilayah Kashmir pada akhir tahun 2003 lalu. Namun, proses pembicaraan damai kedua negara terhenti pasca terjadinya serangan oleh kelompok militan asal Pakistan di Mumbai tahun 2008 lalu. Adanya perundingan damai pada bulan Februari tahun 2012 juga tidak memberikan efek bagi meredanya ketegangan kedua negara bertetangga tersebut..

Wilayah Kashmir sendiri merupakan daerah yang diklaim oleh kedua negara selama enam puluh tahun terakhir yang menjadi sumber persoalan bagi keduanya. Tak pelak aksi baku tembak pasukan perbatasan kedua negara kerap sekali terjadi, meski jarang menimbulkan korban jiwa.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya