Berita

Politik

VERIFIKASI FAKTUAL

KPU Jangan Ulangi Kesalahan Seperti Saat Umumkan Parpol Lolos Administrasi

MINGGU, 06 JANUARI 2013 | 10:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil verifikasi faktual partai politik besok (7/1). Dalam mengumumkan hasil verifikasi faktual ini, KPU diingatkan jangan lagi mengulangi model pengumuman seperti hasil verifikasi administrasi yang lalu dimana hanya berupa secarik kertas dengan daftar nama partai politik yang lolos dan tidak lolos.

Demikian disampaikan Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz pagi ini (Minggu, 6/1).

"Pengumuman verifikasi kali ini KPU harus menuangkannya dalam surat keputusan resmi tentang partai yang lolos dan disertai dengan penjelasan yang rinci didukung dengan data-data yang valid dari hasil verifikasi faktual di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota," ungkapnya.

Rincian penjelasan hasil verifikasi faktual ini penting terutama bagi partai politik itu sendiri untuk membandingkan data yang dimiliki dan disetorkan ke KPU kemarin dengan hasil verifikasi faktual sehingga partai politik yang tidak lolos bisa dengan cepat misalnya ketika akan melakukan gugatan. Selain itu, pengumuman hasil verifikasi KPU dengan rincian penjelasan dapat menunjukkan seberapa tinggi dan rendahnya kualitas partai politik dalam menghadapi Pemilu 2014, misalnya dalam hal kepengurusan 30 persen perempuan. Karena itu, KPU perlu membuka ke publik partai-partai mana saja yang memenuhi persyaratan keterwakilan perempuan tersebut atau partai politik hanya sekedar menunjukkan surat penjelasan ketidakmampuannya itu.

"Misal lain adalah soal keanggotaan. KPU perlu memberikan keterangan juga sejauh mana partai politik memang benar-benar mempunyai basis keanggotaan yang kuat dan mengakar di daerah atau justru sebaliknya. Dengan penjelasan rinci seperti ini, setidaknya masyarakat pemilih kita bisa sejak awal menilai kualitas partai politik dalam menghadapi Pemilu 2014," sambungnya.

Untuk itulah, katanya menambahkan, KPU jangan hanya terbatas dari segi administrasi tentang lolos dan tidak lolosnya saja tetapi juga perlu memanfaatkan kesempatan verifikasi ini sebagai peluang pendidikan pemilih dengan memberikan informasi sejauhmana kualitas kepartaian kita. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya