Berita

pesawat tak berawak/ist

Dunia

Kerap Timbulkan Korban Sipil, Warga Protes Serangan Drone AS ke Yaman

SABTU, 05 JANUARI 2013 | 16:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Serangan pesawat tanpa awak militer Amerika Serikat pada Kamis (3/1) telah membuat ratusan warga Yaman melakukan protes terhadap serangan yang sering menghantam wilayah tempat tinggal mereka di Kota Redaa. Warga Yaman bahkan menyebut serangan AS seringkali menimbulkan korban jiwa dari rakyat sipil.

Warga yang bertempat tinggal di wilayah selatan Yaman ini merasa tidak nyaman seiring berkeliarannya pesawat tanpa awak AS. Sementara itu pihak AS berdalih bahwa operasi ini dilakukan untuk menumpas sarang dari kelompok al Qaeda yang diyakini berada di wilayah tersebut.
 
Dalam melancarkan aksinya, AS mengaku telah bekerja sama dengan pemerintah Yaman dan Arab Saudi untuk melakukan serangan ke titik-titik yang dianggap menjadi tempat persembunyian kelompok teroris itu.


Pengunjuk rasa mengancam jika Pemerintah Yaman tidak segera menghentikan serangan AS, maka mereka akan menduduki kantor-kantor pemerintahan dan juga kantor milik AS di Yaman.

"Jika pemerintah Yaman tidak menghentikan serangan AS ke wilayah kami, kami akan menduduki kantor-kantor yang dimiliki pemerintah," ujar seorang pengunjuk rasa, sebagaimana dikutip Reuters (Sabtu, 5/1).

Kelompok al Qaeda yang bersarang di selatan Yaman ini dianggap AS sebagai cabang al Qaeda yang paling berbahaya. Kelompok ini berhasil menguasai wilayah selatan Yaman setelah memanfaatkan ketidakstabilan politik di negara itu akibat gerakan Arab Spring. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya